Senin, 18 November 2019

Ramai Tentang Kejenuhan Para Selebgram, Bagaimana dengan Blogger?

Udah baca berita yang cukup ramai (paling ngga) di kalangan influencer, tentang kejenuhan para selebgram? Sampai-sampai seseorang yang dulunya meninggalkan profesinya demi fokus menjadi influencer di instagram, memutuskan untuk kembali lagi pada profesi lamanya, dan tidak lagi menjadikan instagram sebagai ladang penghasilan utamanya.

Kalo belum, bisa baca di sini.

Jessica Zollman seorang fotografer sekaligus influencer mengatakan "Terjadi kejenuhan pasar. Orang-orang mulai menyadari betapa menguntungkannya melakukan pekerjaan semacam itu, lantas menjadi seorang influencer pun menjadi sebuah cita-cita baru."

Tujuan utama saya ngeblog: ben rak nggandjel

Menurutnya, merek-merek tidak lagi memberi bayaran yang sama seperti sebelumnya karena banyak orang di luar sana yang bersedia bekerja untuk uang yang lebih sedikit - atau bahkan secara gratis.

Bergantung pada Instagram untuk memperoleh validasi kreativitas dan mendapat penghasilan membuatnya sangat lelah secara emosional. Ia merasa bahwa pekerjaan kantoran adalah pilihan terbaik bagi kesehatan mentalnya.

Uwow! Ramai-ramai membicarakan soal kejenuhan para selebgram ini membuat saya kepikiran bagaimana dengan blogger? Apakah mengalami kejenuhan juga? 

Lagi ingin blogwalking nih, silakan tinggalkan link blogpost terbarunya di kolom komen, tapi bukan postingan berbayar ya!

Beberapa kali saya menemukan status facebook teman blogger seperti ini, yang seolah menyiratkan kejenuhan mereka dengan postingan berbayar yang marak belakangan. Bahkan ada yang terang-terangan bilang kangen sama postingan curhat!

Kasus ini mirip dengan kejenuhan para selebgram yang saya bahas di awal. Para pengamat mengatakan bahwa itu adalah bukti perubahan; semacam rasa lelah yang mempengaruhi, bukan saja bagi influencer, tetapi juga bagi merek dan konsumen- yang wajar merasa skeptis terhadap banyak postingan sponsor yang membanjiri linimasa mereka.

Yes maraknya postingan berbayar ini bisa jadi salah satu yang memicu kejenuhan.

Bersama Pungky di Nusa Penida. Kasih hestek #BerkahNgeblog jangan nih :p

Sama seperti influencer instagram yang saya ceritakan di atas, teman blogger saya, Pungky namanya, tahun 2018 kemarin memutuskan untuk bekerja kantoran. Alasannya: Ia tidak mau menggantungkan penghasilan lagi sama blog. Ia merasa, blognya harus kembali menjadi tempat menyenangkan yang tidak terus-terusan diperas untuk rupiah dan popularitas. Padahal kalaupun membaca tulisan Pungky yang bersponsor, saya ngerasa tetep asik aja dibaca, personal touch nya tetep ada. Enak, ngalir, ngga ngebosenin dan ngga terkesan terlalu ngiklan.

Tapi saya juga merasakan hal yang sama dengan Pungky, lama-lama saya ngerasa sisi menyenangkan nulis blog mulai memudar. Di satu titik saya ngerasa kok ngeblog jadi nggak fun lagi? Saya JENUH.

Bukan jenuh ngeblognya. Tapi jenuh dengan fokus ngeblog yang bergeser yang awalnya untuk bersenang-senang, sekarang malah untuk mencari uang. Lha dapet uang apa ngga bikin senang. Yaaa senang tapi sisi lainnya, jadi lebih terbebani.  Sedikit-sedikit cek DA, PA, google analytic, pageview, dan segala tetek bengeknya. Postingan berbayar butuh traffic tinggi sehingga saya harus setengah mati share link postingan di sana-sini. Masih kurang, saya minta tolong ke temen-temen, untuk membuka postingan dan komentar di blog post saya, atau komen di blog orang dengan tujuan: supaya dia balas komen ke blog saya. Saat itu jujur, saya merasa jahat :'( Kamu komen kok ngga ikhlas gitu sih, begitu saya bicara pada diri sendiri.

Tentang kejenuhan ini pernah juga saya tulis di blog, di postingan 4 Tahun Gandjel Rel dan Resolusi Ngeblog 2019

Nah kalau selebgram dan blogger pernah berada di titik jenuh, gimana dengan kamu temans pernahkah merasa jenuh dengan rutinitas atau profesi kamu? Boleh sharing lho di kolom komentar.


28 komentar:

  1. Hmm.. bener juga mbak.. kadang kangen nulis yang organik, tapi ya gitu deh.. waktu dan tempat terasa sempit.. hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nha itu saking banyaknya job ya mas hehehe.

      Hapus
  2. Aku yg bukan seleb di dunia blogging atau media sosial aja ikutan jenuh, mbak... Esensi menulis karena panggilan jiwa itu jadi hilang... Mungkin memang sudah waktunya jenuh juga sih, mestinya pihak pemberi job juga sudah memperhatikan ini dan kembali beriklan di jalurnya... Semangat datang kembali para blogger :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes aku ingin mengembalikan esensi panggilan jiwa ini.

      Hapus
  3. kalau ngeblog na tanpa embel embel, kejenuhan sih nggak akan datang. karena untuk berbagi dengan memberi pengetahuan akan sesuatu yang belum diketahui

    BalasHapus
  4. Bener, Mbak. Aku juga merasa gitu, makanya sekarang udah jarang ikut BW-BW an gitu. Padahal dulu aku selalu semangat buka komentar amyg belum dimoderasi. Ada rasa penasaran, 'nih orang bakal komen apa ya tentang tulisanku?'. Tapi sejak ikut grup BW aku ga semangat mo moderasi komentar karena udah kebaca mereka bakal komentar apa. Sekarang aku tiba di titik 'ga mikirin tetek bengek blog'. Udah capek, jadi pengen nulis yang sesuai kata hati aja. Blog yang lama kuanggurin, trus bikin blog baru lagi yang sesuai passion.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaa. Meski aku ga sampai bikin blog baru sih. Tapi pengen kembali ke tujuan awal. Fokus ngeblogku utk mendokumentasikan hidup dan menulis sesuatu yg mengganjal di hati dan pikiran. Paid post udah mulai pilah pilih.

      Hapus
  5. Aku juga jenuh, Mba. Udah dari setahun lalu kayaknya. Ya karena itu tadi, kalau ngga nulis postingan berbayar rasanya seperti tertinggal. Akhirnya ya nulis walau kadang kepaksa dan hilang sentuhan personalnya. Aku mau mulai banyakin lagi konten personal, biar ngeblog tetap menyenangkan. Semoga bisa makin selektif juga milih kerjaan :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba kadang tersadar lho postinganku kok bulan ini berbayar semua. Butuh sih paid post tapi butuh juga blogging dan blogwalking seneng2 kaya dulu.

      Hapus
  6. Nek postingan curhat dan organik rasanya waktunya tuh sempiit... Tp nek berbayar, diluang2in deh krn tanggungjawab. Ya, bs dibilang the power of money hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itulah waktu ngga selektif milih paid post rasanya ngga sempet nulis organic. Setelah paid post dikit atau ngga ada, ada kesibukan lain hahaha

      Hapus
  7. Aku sering banget menggunakan tulisan blog sebagai referensi ketika aku (akan) menulis blog. Makanya sering minta link blog di grup wa. BW sebentar sambil ninggalin komen. Entah dia mau bw balik atau ga yaa itu urusannya dia. Yang terpenting aku mendapatkan referensi utk menulis lagi. Sekaligus mendapatkan hiburan dari tulisan mereka :D

    *salim sama blogger lawas :D

    BalasHapus
  8. Dulu saya aktif ngeblog, pada tahun 2015-2018 saya sempat berhenti karena jenuh ini, salah satu alasannya karena melihat banyak blogger menulis hal yang sama. Keunikan postingan jadi susah didapatkan, karena beramai-ramai memposting tentang hal yang sama.

    Kejujuran dalam menulis kurang terasa. Dan benar, cek saja, komentator postingan blognya kalo diperhatikan ya orangnya mereka-mereka juga yang membanjiri. Semacam ada semu gimana gitu.

    Sempat juga ada beberapa blogger yang menuliskan ini, saya lupa siapa saja, entah blog mereka masih ada atau sudah hilang seiring tidak diperpanjangnya domain mereka. Yang jelas, kejujuran senantiasa dirindukan 😊

    Salam ngeblog.

    BalasHapus
  9. makkkk... aku dari dua tahun yg lalu mikir mau pensiun ngeblog tapi kok sayang ahahah.
    jenuh sih enggak krna tetap kucinta ngeblog. cuman rada empet aja ama suasananya. lingkungan ngeblog udah ga seakrab dulu. banyak mengejar postingan berbayar.

    iya sih, aku jg ikut kecipratan rejeki. jadinya riweuh sendiri diuber detlen.

    etapi masih lhoo aku posting bukan sponsored post. malah blog utama yg emakriweuh udah balik ke gratisan yg otomatis ga nerima bayaran lagi.

    tanpa ngeblog hatiku hampa. biarlah terus ngeblog. rejeki seadanya aja yg nyangkut, ga nguber2 minta gawean juga (maunya dikontak duluan eaaa).

    BalasHapus
  10. Saya masih konsisten ngeblog curhat bahkan beberapa waktu lalu nulis juga tentang ngeblog.

    Saya suka banget blogging dan akan saya rawat terus blog saya. Benar, ngeblog bagi saya untuk bersenang-senang dan tempat melampiaskan uneg-uneg. Semoga blog ramai lagi, ya, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blog masih tetap ramai mbaa, malah tambah ramai nampaknya, cuma yaa hawa2nya emang ada yang beda dari ngeblog jaman dulu.

      Hapus
  11. Menurutku, memang sebaiknya blogger or instragramer adalah seorang berprofesi : guru, karyawan, tenaga medis, model, petani dll yg berbagi ttg profesinya. Bukan sebaliknya, blogger or instragramer yg bisa beralih profesi jadi apa aja sesuai maunya sponsor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener, makanya aku kalo ditanya profesi lebih suka bilang sebagai penulis daripada blogger.

      Hapus
  12. Iya mbak aku juga mulai jenuh, sekarang lebih ambil kerja yang bener2 kreatif dan bisa tatapan dengan orang2 baru..

    BalasHapus
  13. Syukurlah aku belum jenuh Mbak.

    Kebetulan emang karena juga kerjaannya nggak melimpah sih. Paling sebulan cuma beberapa kali.

    Dari awal juga aku udah mutusin bahwa blog ini adalah tempat ku bersenang-senang, menyalurkan emosi, mengekspresikan pikiran. Enggak pake target-target. Enggak pake SEO. Enggak mikirin DA/PA dan sebagainya. Kalo ditawarin job ya diterima sebisanya dan sesanggupnya aja. Kalo nggak ya tetap jalan terus ngeblognya.

    Alhamdulillah jadinya sampe sekarang masih bahagia ngeblognya.
    Disamping duitnya sedikit2 ngalir juga.
    Daaan dengan status tetap sebagai PNS hihi

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah kalau ngeblog nggak jenuh mbak.. masih seneng nulis soalnya hahaha. Dan sampai Hari ini sponsored post ku masih bagian kecil Aja sih dari blogku. Pengennya temen2 kalau ke blogku bisa dapat tulisan yang manfaat, nggak ujung2nya "jualan". Bahkan ketika "jualan" seringnya artikel banyak yg kuedit biar tetep ada personal touchnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka yg jenuh juga kbanyakan bukan jenuh nulis blognya. Mereka tetep nulis, tp pengen mengembalikan euforia blogging spt awal2 dulu.

      Hapus
  15. jika jenuh, stop cari udara segar. lalu kembali lagi menulis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kohded sebenarnya nulisnya ngga jenuh tp ada yg bilang suasana ngeblog dulu dan sekarang bedaa itulah yg bikin jenuh. Tapi kalo Kohded kulihat konsisten nulisnya mau berbayar mau kagak mau lomba selalu maksimal 👍👍

      Hapus
  16. Heheh...
    Aku awal ngeblog buat seneng seneng, trus ada yg seneng-seng trus dibayar, sekalinya dapet ketagihan deh.

    Terus jadi stress karena kriteria blog kadang gak mendukung, sibuk gimana ningkatin DA/PA dan gak ada hasilnya.

    Sekarang yasudahlah balik lagi ke alasan awal.
    Ada orang jenuh mungkin karena dapet banyak job, saya mungkin gak dapet2. Hehehe

    Tapi apapun itu memang akan ada masanya ya.

    BalasHapus