Kamis, 15 November 2018

Bermain Game, inspirasiku dalam Berkarya

Bermain game, bikin bodoh. Mitos atau Fakta?


Pernah ngga ketika sedang asik-asiknya main game, orang tua kamu menegur, "Main game terus, mau jadi apa kamu?"

"Mau jadi gamer buk."

"Apah, gamer? Profesi apa itu, blablabla.... #%$&*%$#"

Bagi sebagian orang bermain game dianggap pekerjaan sia-sia yang membuang waktu belaka, bahkan ada juga yang secara frontal menyebut bermain game bikin bodoh. Ditambah lagi viralnya berita tentang dampak negatif bermain game, sudah barang tentu membuat banyak orang tua jadi begitu antipati sama yang namanya game. Termasuk saya.

Dulu saya paling kesel kalo lihat suami main game. Mbok ngerjain apa gitu kek yang lebih berfaedah. Pada waktu anak-anak pengen instal game di smartphone saya juga sempat melarang. Tapi suami kemudian memberi pengertian, "Biarlah anak-anak main game, yang penting kita tahu game nya apa dan waktunya diatur."



"Kok kamu kayaknya ngga suka banget sih aku main game. Tau ngga main game itu selain refreshing, salah satu inspirasiku dalam membuat komik lho," kata suami suatu hari. Ketika lagi-lagi, saya komplain, karena merasa dia main game muluk. Padahal dese main game juga kalo pas hari libur kerja, itupun sejam dua jam doang. Tapi ngeliatnya kok berasa lama ya #dasarsirik hahaha.

Karakter Parlan dari komik Sing Bahu Rekso yang terbit di LINE Webtoon
menggunakan kostum Roger Mobile Legend. Lagi cosplay ceritanya :D

"Jangan sangka kalo sedang baca komik, nonton film, atau main game, aku nyante-nyante doang. Di situ aku juga sedang mencari inspirasi buat karya-karyaku," katanya lagi.

"Halah inspirasi uopoh?" #Nyengit #NyinyirModeOn

"Nih ya dengan main game aku bisa dapet referensi tone dan komposisi warna untuk mewarnai kerjaan ilustrasi, dapat inspirasi cerita dan karakter tokoh, banyak deh."

"Hmm...hmmm...hmmmm... "

Lama-lama sayapun bisa menerima argumentasinya. Apalagi setelah tau penulis idola saya, Raditya Dika ternyata mendapat inspirasi film TARGET itu salah satunya dari game online yang sering dimainkannya. Ooh ada manfaatnya juga ternyata ya main game ini 😁😁


"Bermain game bikin bodoh? Yaa main game apa dulu? Banyak kok game yang justru melatih kita untuk mengasah otak," kata suami.


Menurut suami banyak manfaat yang ia rasakan selama bermain game. Selain memberinya inspirasi dalam berkarya, bermain game juga bermanfaat untuk:

1. Melatih kerja team.
Game online FPS semacam CS, PUBG atau AOV sangat mengutamakan kerja tim supaya bisa memenangkan war atau menyelesaikan misi. Kerja tim sama orang yang udah kenal lama aja berat kan ya. Dalam bermain game bisa jadi kita satu tim sama orang yang benar-benar baru kita temui pada saat itu.

2. Belajar sabar dan mengelola emosi dengan baik.
Ngga jarang loh saat bermain game, udah hampir menyelesaikan satu misi eh karena sesuatu hal harus mengulang dari awal. Bikin gregetan.  Di sinilah kesabaran diuji. Selain itu, jika bermain game yang modelnya online, kita akan bertemu banyak orang di dunia maya dengan berbagai karakter. Kadang bertemu dengan orang yang suka mengumpat, atau kita melawan tim lain yang skillnya tinggi dan akhirnya kita di bully. Ini yang akan melatih kita mengelola emosi dengan baik, karena jika tidak,  akhirnya malah akan menghilangkan keasyikan dalam bermain game itu sendiri. Maksud hati mau refreshing dengan bermain game eh malah bikin suasana hati jadi ngga enak kan.

3. Berlatih strategi
Dalam game online untuk mengalahkan tim lawan nggak bisa asal asalan main, harus bisa atur strategi. Makanya kalo dibilang game bikin bodoh, suami kaya ga terima. "Game yang mana dulu, game yang aku mainkan ini pakai mikir!" Iya, iya biasa aja napah.

4. Belajar bahasa Inggris
Hampir semua game yang dimainkan suami, defaultnya bahasa Inggris. Meskipun udah banyak game yang ditranslate ke bahasa Indonesia, tapi kalau memang kita niat untuk bisa memahami text bahasa Inggrisnya, opsi bahasa Indonesianya kita ganti saja. Malah kadang kalo diganti sama bahasa Indonesia jadi ngga paham maksudnya apa #sokyes. Apalagi di game online, kita juga bisa berinteraksi dengan gamers lain yang tersebar di seluruh dunia. Bahasa persatuannya ya bahasa Inggris, karena ngga mungkin bajasa tarzan kan untuk interaksi di dunia maya.

Ini baru manfaat game yang dirasa suami. Yang udah gamers profesional bahkan bisa memanfaatkannya sebagai lahan pencari uang. Apalagi sekarang ada game-game tertentu disebut dengan e-sport alias olahraga elektronik. Beberapa bahkan sudah dipertandingkan sebagai laga eksibisi di ajang Asian Games 2018 lalu. Salah satunya game yang menjadi favorit suami yaitu AOV.
Suami suka permainan yang menantang, seru, dimainkan banyak orang, tapi tidak terlalu lama menyelesaikannya. Misalnya game jenis Moba, FPS, Racing dan RPG.


Kalo game favorit saya, mau tau ga? Mau yaa.. mau yaaa #maksa.

Beda jauuuh sama suami, saya sih sukanya game yang ga terlalu mikir, ringan, santai. Misalnya plant vs zombie, dinner dash, solitaire. Pokoknya yang woles-woles gitulah. Ya gimana, seharian udah mikir kerjaan, mikir urus anak, mikir mau masak apa, mosok ngegame disuruh mikir maning. Ngga jadi refreshing dong. Dalam urusan game, kami emang beda selera. 😎😎
Duluu suami emang suka bermain game di PC. Ya jaman dulu, jaman game di HP belum sevariatif sekarang, paling yang ada baru game ular-ularan, solitaire, sama prince of persia.

Sekarang setelah banyak game kece yang bisa dimainkan di smartphone, ia mulai beralih ke smartphone.

Dengan smartphone, bisa nge-game di mana aja
Pertimbangannya, main game di smartphone itu fkeksibel, bisa dilakukan dimana saja. Biasanya suami main game saat ada waktu-waktu kosong dimana tidak sedang bersama keluarga dan ngga bisa juga megang kerjaan, misal pada saat mati listrik di tempat kerja, atau saat ngantri dokter.

Alasan lainnya, dia juga udah ngga instal game lagi di PC karena memorinya dieman-eman (disayang-sayang, red) buat instal program berat yang dibutuhkan untuk membuat komik.
Lantas smartphone seperti apa yang ideal untuk bermain game. Bagi kami ada 3 syarat utama sih untuk smartphone gaming:

1. Layar smartphone lebar tapi tetap nyaman untuk dipegang. Bermain game tentu lebih nyaman dengan smatphone berlayar lebar, pandangannya jadi lebih luas aja. Cuma ya jangan terlalu lebar juga kaya layar tablet karena kurang nyaman dipegang.

2. Kombinasi RAM dan prosesor yang oke. Pernah ngga lagi seru-serunya main game, eh tetiba smartphone hang, dipencet-pencet ngga mau bereaksi. Waah mungkin prosesor dan RAM nya kurang mumpuni tuh.

3. Baterai tahan lama. Bermain game lumayan menghabiskan daya baterai. Kalo lagi asyik-asyiknya main game, dikit lagi udah mau menang, eh tau-tau baterainya habis, kan ga asyik banget ya. jadi smartphone gaming kudu yang daya baterainya besar.

Minimal tiga itu lah kriteria yang harus ada dalam sebuah smartphone gaming, biar main game nya makin asoy, syukur-syukur bisa menghasilkan duit ye kan.
Ketika ASUS mengumumkan akan mengeluarkan smartphone khusus gaming dengan tagline limitless gaming yaitu ZenFone Max Pro M1, saya langsung membatin, wah ini dia smartphone yang cocok buat suamik. Pengen banget bisa menghadiahkan smartphone ini untuk belio.

ZenFone Max Pro M1 ini digadang-gadang punya performa CPU-GPU yang sangat mumpuni untuk bermain game, dan baterai yang "Ga Ada Matinya". Hingga layak disebut sempurna untuk mobile gaming. Seperti apa sih spesifikasinya?

1. Performa
Di dalam ZenFone Max Pro terdapat prosesor Qualcomm Snapdragon 636 terbaru, yang menggabungkan performa yang responsif dan lancar dengan daya tahan baterai yang super. Prosesor Snapdragon 636 disebut-sebut memiliki performa 1.54x lebih cepat dibandingkan Snapdragon 625. Didampingi oleh RAM 3GB dan kapasitas memori internal 32GB. Ini adalah versi paling rendah dari varian ZenFone Max Pro yang dirilis ke pasaran Indonesia. ASUS juga merilis varian lain yang lebih tinggi spesifikasinya dari perangkat ini. Yaitu versi RAM 4GB dengan media penyimpanan 64GB, serta satu lagi adalah versi 6/64GB.

Benchmark Result ZenFone Max Pro M1
2. Full View display
ZenFone Max Pro M1 menyediakan layar full view display, berukuran besar, yakni 6 inci, dalam bodi smartphone berukuran 5,5 inchi dengan rasio 18:9. Dengan begitu kita dapat melihat konten lebih jernih, terang, dan besar. Desainnya ergonomis, tipis dan nyaman untuk digenggam. Perangkat ZenFone Max Pro M1 terbuat dari metal dengan bobot 180 grams.



3. Baterai berkapasitas besar, yaitu li-polimer 5000mAh. Berdasar tes laboratorium ASUS, dengan daya sebesar ini, dapat memainkan game selama 12 jam, dan meski kapasitas baterai besar, waktu pengisian tidak memakan waktu lama, hanya berkisar 2 jam 42 menit.

4. Dual Rear Cameras
Dengan posisi vertikal di bagian belakang smartphone, ASUS menempatkan posisi kamera paling atas sebagai rear camera beresolusi 13MP, berbukaan lensa f2.0 dan kamera keduanya 5MP. Fungsi dual camera ini untuk menciptakan foto bokeh. Ada juga bermacam fitur seperti phase detection auto focus dan LED flash. Sementara kamera depan beresolusi 8MP. Untuk ZenFone Max Pro M1 versi RAM 6GB, diberikan kamera depan maupun belakang dengan resolusi yang lebih tinggi yaitur 16MP.


5. Audio
Speaker ZenFone Max Pro memiliki konstruksi 5 magnet dengan suara yang dilindungi metal, dan juga ditambah dengan NXP smart amplifier yang memberikan suara yang lebih kencang dan jernih di semua kondisi.

6. Triple Slots

ZenFone Max Pro M1 memilik 2 slot SIM Card yang mendukung 4G LTE dengan kecepatan hingga 400Mbps7, dan juga slot microSD yang memudahkan kita untuk menambah storage sampai 2TB. Dengan Triple Slots, kita bisa mengaktifkan 2 SIM card dan juga menambahkan microSD untuk penyimpanan.

7. Security
Seringkali kan yah, kita terburu-buru mau membuka smartphone, padahal jari sedang dalam keadaan kotor. Nah, ZenFone Max Pro M1 memiliki sistem face-recognition - face unlock - yang mengenali fitur unik pemiliknya dan dengan cepat membuka smartphone Anda. Selain itu, juga terdapat sensor sidik jari pada bagian belakang yang diposisikan sempurna sesuai dengan cara kita memegang smartphone. Ini akan membuka ZenFone Max Pro hanya dalam 0.3 detik - bahkan jika jari dalam keadaan basah!

8. Sistem operasi Pure Android 8.1 Oreo™

Berbeda dengan smartphone ASUS keluaran sebelumnya yang menggunakan ZenUI, ZenFone Max Pro M1 menggunakan sistem operasi pure android 8.1 Oreo. Karena belum mendapatkan kostumisasi apapun, jelas Android 8.1 sangatlah bersih, simpel, dan gegas.
Alhamdulillah sudah sekitar 6 bulan saya menggunakan ZenFone Max Pro M1. Sebenarnya yang lebih sering menggunakan sih suami ya, karena dese yang hobi banget main game. Sementara saya biasanya menggunakan smartphone ini hanya buat foto, bikin video, sama nonton di youtube.


Kenapa kami memilih ZenFone Max Pro M1? Karena smartphone ini memenuhi 3 kriteria smartphone gaming yang sudah saya sebutkan tadi di atas, pertama prosesornya Snapdragon 636 yang memiliki performa 1.54x lebih cepat dibandingkan Snapdragon 625 yang tertanam di smartphone saya sebelumnya. Layarnya lebar namun tetap nyaman digenggam, dan baterai yang tahan lama. Harganya pun ternyata bisa dibilang cukup ekonomis yaitu Rp2.199.000 (pada saat launching).

Suami saya instal ada sekitar 15 game di smartphone ini, diantaranya AOV, Mobile Legend, Transformers, Asphalt Xtreme, Darkness Rises, Plant Vs Zombie. Ini testimoninya selama bermain game dengan ZenFone Max Pro M1: "Main game mulus. AOV, mobil legend, transformers lancar. Darknes rises lancar, kalo pas banyak karakter agak ngelag dikit, tapi ga mengganggu. Pengalaman main game, secara keseluruhan puas banget. Oya satu lagi TIDAK PANAS." Penting diblod, catet yaa hahaha.



Baterai smartphone ini sangat awet, tapi kami ngga bisa menyebut juga ketahanannya selama berapa lama ya, karena itu sangat tergantung pemakaian. Sementara kami pakai main game juga ngga pernah berlama-lama nonstop. Paling lama sejam terus berhenti. Dan ngga pasti juga sehari bisa dipakai main game berapa kali. Tapi kalo mau buat bayangan, saya punya smartphone ASUS lain (Zoom S) dengan daya baterai yang sama yaitu 5000mAh bisa tahan sampai sekitar 24 jam. Penggunaan aktifnya untuk sosmed dan social chat.

Untuk pengisian baterai ZenFone Max Pro M1 tergolong cepat. Dalam kondisi baterai tinggal sekitar 10%, diisi sampai penuh memerlukan waktu hanya 2,5-3 jam.

Menurut saya, ada 3 fitur yang paling menarik dari ZenFone Max Pro M1:

1. Layar 6 inchi dalam bodi 5,5 inchi. Ini unik. Jadi kalo biasanya smartphone itu ada tombol menu di bagian bawah udah pakem ya, untuk ZenFone Max Pro M1 ini tombol menu bisa berubah jadi layar. Jadi bisa dimunculkan dan bisa dihilangkan.

2. Triple slot. Ini saya suka banget karena smartphone sebelumnya hanya memiliki 2 slot saja. Padahal saya butuh 2 slot buat simcard (karena punya nomor utama yang buat telpon, sama punya nomor khusus buat paket data) dan 1 slot buat SD card untuk memori tambahan.

3. Dual Rare Camera. Membuat saya bisa mendapatkan efek bokeh dari kamera dengan mudah, ngga perlu setting-settingan yang njelimet. Cuma untuk kamera depan, karena saya biasa pakai yang 13 MP (ZenFone Zoom S), turun ke 8 MP di kamera smartphone ini jadi berasa kurang maksimal. Ya sebaiknya kalo mau kualitas kamera yang lebih oke, kamu beli ZenFone Max Pro M1 yang versi 6 Gb karena kamera depan maupun belakang resolusinya tinggi yaitu 16MP.

Foto bokeh dengan kamera belakang

Foto bokeh dengan kamera depan

Ya meskipun banyak manfaat yang bisa didapat dari bermain game, kitapun tak boleh menutup mata dengan dampak negatif yang bisa saja ditimbulkan.

Dampak negatif yang MUNGKIN ditimbulkan dari bermain game misalnya, jadi kecanduan game, gangguan dalam pengelihatan, malas bergerak dan bersosialisasi, meniru sesuatu yang kurang baik (terutama bagi anak-anak).

Tebak, mama lagi main game apa liat-liat online shop :D
Kalo menurut saya sih, segala sesuatu yang berlebihan dampaknya pasti jadi ngga baik. Bukan hanya main game berlebihan, makan berlebihan, dandan berlebihan, kerja berlebihan, apalagi belanja berlebihan, itu ya ngga baik. Maka dari itu sebaiknya kita punya batasan waktu berapa lama untuk bermain game.

Untuk anak-anak, selain memberikan batasan waktu, jangan lupa pilih game yang sesuai untuk mereka. Tidak semua game baik dimainkan anak-anak, bahkan kemendikbud sudah merilis 15 game yang berbahaya bagi anak (sila googling yak). Pada saat bermain game, sebaiknya orang tua pun turut mendampingi, terutama game yang sifatnya online. Kalo dengan terpaksa tidak bisa mendampingi, matikan jaringan internet, anak-anak hanya boleh memainkan game offline yang sudah kita cek dulu sebelumnya, amankah untuk mereka.

Jangan lupa ajak pula anak melakukan permainan lain di luar gadget yang menyenangkan misalnya, main halma, main dakon, main lompat tali, dll. Anak hobi main game, dukung saja, arahkan dengan baik. Jadikan video game inspirasinya dalam berkarya. Siapa tahu dengan bermain video game kelak mereka bukan hanya jadi penikmat, tapi juga pencipta. Kata suamik sih gitu.

Jadi intinya dalam segala hal ambillah manfaatnya, jauhi mudhorotnya. Selamat bermain game.

4 komentar:

  1. Ngomik sama ngegame jalan terus ya mbak :)

    BalasHapus
  2. spesifikasinya ideal banget buat gaming

    BalasHapus
  3. Main game Ada bagusnya juga yak, walo kadang mata sepet lihat ke layar hp terus

    BalasHapus
  4. Saya pun suka gemes kalau liat suami main game, tp setelah nyoba sendiri, tnyt seru jg ya hihihi...

    BalasHapus