Selasa, 13 Maret 2018

[Review Novel] Judith: Warna-Warni Kehidupan SMA

Hai haiii, ada yang suka baca teen lit alias teen literatur? Teenlit ini seingat saya booming banget di tahun 2005 an ya. Waktu itu adek saya masih remaja dan ngoleksi banyaaak banget teenlit yang sampai sekarang pun masih menghiasi rak buku di rumah Papa.

Meski masa remaja saya udah lewat kala itu-saat itu memasuki rentang usia dewasa muda- tapi saya juga suka baca-baca teenlit, berasa muda lagi gitu aja. Bahkan sampai sekarang saya masih suka baca-baca ulang koleksi teen lit yang adek punya. Saya suka baca selain buat hiburan karena punya cita-cita terpendam nerbitin novel yang belum kesampaian sampai sekarang. Keciaaan yaah hiks.

Kali ini saya mau cerita dikit tentang teenlit yang baru saja saya baca. Ini  buku baru sih, baru terbit November 2017 lalu. Judulnya JUDITH karangan Bayu Indie yang diterbitkan oleh Clover, Gramedia.



Novel Judith ini awalnya terbit dalam bentuk komik digital melalui situs DBKomik, dan sempat dirilis dalam bentuk cetak oleh penerbit Bentang Komik.

Menceritakan tentang Judith siswi kelas XI (kalo dulu kita nyebutnya kelas 2 SMA) IPS 3 SMU Dwi Tunggal 4. Judith anak yang tomboy, gayanya serampangan. Pada saat kenaikan kelas XI dia dibuat bete karena yang duduk persis di belakang bangkunya adalah Biyan si tetangga kelas, meski ganteng, tapi penampilannya kucel, ngga rapi sama sekali, merusak pemandangan kalo kata si Judith.

Karena posisi duduk depan belakang, lama kelamaan Judith terbiasa juga dengan kehadiran Biyan, mereka jadi akrab. Sampai Biyan begitu terbuka ngomongin tentang cewek yang disukainya yaitu Angie. Mereka membahas gimana caranya supaya Biyan bisa dapetin Angie. Biyan punya ide gila yaitu menjadikan Judith sebagai pacar sementaranya dan Judith setuju! Kira-kira gimana mereka menjalani hubungan sebagai pacar sementara ini? Akankah ini berhasil membuat Biyan dapetin Angie?

Novel ini ga semata-mata fokus nyeritain tentang romantika Judith-Biyan-Angie aja. Ada cerita mengenai ambisi seorang Judith untuk eksis di kepengurusan OSIS. Kemudian gimana Judith berjuang untuk mempersembahkan pertunjukan drama di sekolahnya namun rencananya berantakan, karena para pemain tak mau tampil, gimana ya cara dia mengatasinya.



Judith juga sempat dapat tawaran jadi bintang iklan lho dan ditaksir sama adik kelas yang tajir!

Waah masa SMA yang penuh warna ya...

Saya cukup menikmati membaca novel ini sebagai hiburan di kala sengggang. Bahasanya ringan, ada lucunya juga. Membuat saya nostalgia dengan jaman SMA yang saya jalani 17 tahun lalu. Cuma ada beberapa hal yang menurut saya harus ditambahkan. Di beberapa bab, menurut saya interaksi antara Judith dengan Biyan kurang, jadi hanya fokus ke Judith. Pastinya lebih greget dan terasa nuansa romancenya kalo interaksi antar mereka ditambahkan.

Novel Judith bisa kamu dapatkan di toko buku seperti gramedia ataupun toko buku online ya. Selamat membaca :)

5 komentar:

  1. jadi pengen baca penasaran sama si biyan jadian apa ga sama angienya, kalau baca buku masa2 sekolah emang bikin flasback y mba :p

    BalasHapus
  2. Baca Judith bakal terlempar ke masa lalu, wkwkwkkk

    BalasHapus
  3. Penasaraan...butuh bacaan bayuu eh baruu..

    BalasHapus
  4. Dulu pas SMA aku juga suka baca teenlit. Tapi sejak menikah, mulai malas baca cerita yang genre gitu. Sekarang lebih ke buku-buku kisah nyata, buku fiksi, atau novel islami. Thanks for sharing Mba'. :)

    BalasHapus
  5. Hm..jadi pengen baca juga nih..nostalgia SMA..haha.. TFS, Rahmi..

    BalasHapus