Friday, August 29, 2025

Cerita Liburan ke Makassar

Bismillah, perasaan kemaren udah ngedraf panjang, malah ilang, huhuhuhu. Ya sudahlah mari kita ketik kembali. Mumpung belum lupa, biar nggak ilang momennya.

Meskipun udah post di IG, tapi rasanya, untuk cerita panjang kok masih lebih nyaman di blog ya. Halah yang bener? Kok perasaan dah lama nggak update blog ya wkwkkw.

Oke mari kita lawan kemageran ini. Tekad kuat semangat. Sekali ngetik langsung publish.

di Bandara Ahmad Yani Semarang

Jadiiii, duluuu Papa sama Ibu sempat ada keinginan ke Makassar. Tapi karena kami belum ke Sumatera, maka utamakan ke Sumatera dulu lah, karena di sana banyak saudara, apalagi ada Kakak Ibu yang sedang sakit (qodarullah sekarang sudah berpulang).

Pulang dari Sumatera, saya masih ingat, bilang sama Papa dan Ibu, kurang lebihnya, karena kita sudah ke Sumatera, kapan mau ke Makassar. Tapi waktu itu masih awang-awangen belum terjawab kapannya.

Tanggal 28 Februari Papa berpulang, tapi saya ingat masih ada satu keinginan yang belum terlaksana. Maka bersama adek dan kakak, berembuk gimana kalau kita ke Makassar bareng-bareng ajak Ibu selepas masa iddah selesai.

Saya ajak suami, karena yaa pengen aja dia bisa lihat Makassar itu kek mana. Mbak Lia sendiiran, semenara Dek Dila sekeluarga. Mbak Ika nggak ikut, karena dia cuma setahun aja tinggal di Makassar, dan kawannya di sana yg masih kontakan kebetulan tinggalnya sudah di luar kota.

Dek Dila berangkat duluan tgl 5Juli, demi efisiensi cutinya. Sementara kami baru ke sana di tanggal 07 Juli.Sebelumnya saya dan adek udah diskusi bahas itinenanry. Mulai dari wisata ke mana sampai makan di mana, biar sampai sana tinggal cuss jalan.


SEWA RUMAH

Untuk tanggal 7-9 kami sewa rumah di daerah Tamalanrea. Pertimbangannya, karena kami mau ke Rammang-rammang biar jaraknya nggak jauh. Terus tanggal 9nya juga dekat kalau mau ke bandara.

Kamarnya ada tiga, dengan satu kamar mandi luar dan satu kamar mandi dalam. Enaknya sewa rumah ini, kami bisa lebih banyak quality time bersama. Ngumpul-ngumpul di ruang makan sambil ngemil. Beda sama di hotel yang cuma ada kamar-kamar doang kan, masa mau ngumpul di lobby. Selain itu ada tempat jemur-jemur. Tapi sayang lupa ambil foto pas di rumah, huhuhu.


Letak rumah agak masuk ke gang, tapi nggak terlalu jauh sih masuknya. Dekat tempat makan. DI depan persis ada kedai ayam goreng, sebelah gang ada kafe. Over all di sini nyaman, cuma nggak nyamannya kadang di depan rumah suka dipakai orang parkir. Kemarin itu kami pergi sore sampai malam, eh pulang-pulang ada mobil parkir depan rumah, jadi mobil kami nggak bisa masuk. Ternyata yang parkir situ pengunjung kafe gang sebelah.


MOBIL SEWA

Alhamdulillah setelah cari sana sini belum dapat yang sreg, akhirnya dapat sewaan mobil yang nyaman, rekomendasi adiknya Amhy. Kami sewa new avanza dari tanggal 7pagi sampai tanggal 9 malam, seharga 800ribu, DP cuma 100 ribu saja. Mobil diantar dan dijemput oleh pihak rental.

Bayar sisanya memang di awal pas mobil diantar pada kami. Rekomendasi rental mobil Makassar  lah pokoknya yaaa, yang mau pakai jasanya bisa cari Fadillah Rental Car.


Day 1 sampai Makassar

Dari bandara kami langsung ke warung Coto yang dilewati dari bandara menuju rumah sewa. Namanya Coto Harmin. Satu posrsinya 18ribu free ketupat dan minum air putih. Alhamdulillah cukup satu mangkuk tambah ketupat 1,5 udah kenyang.




Day 2 ke Rammang-rammang

Wisata ini awalnya kami ada dua pilihan, mau ke Bantimurung atau Rammang-rammang. Berhubung udah ebebrapa kali ke Bnatimurung, sementara Rammang-rammang belum pernah blas, akhirnya kami pilih Rammang-rammang.

Awalnya sempat bimbang karena ada yang bilang masuknya mahal, terus cuma lihat batu wkwkwk.

Tapi jadi juga kami ke sana dan nggak mahal kok, cakep lagii.





Cuma 250ribu aja bayar perahu untuk kami semua (bertujuh+1bayi). Terus setelah nyebrang, masuk ke desanya bayarnya juga ga mahal. Kalau nggak salah sih 7ribu, kalau salah ya maap, lupa moto soalnya dan nulisnya kelamaan, wkwkwk. Ohiya sebelumnya kami juga sewa tapi biar bisa foto-foto cantik. Harga sewanya 10ribu.




Baru jalan masuk dikit ada warung makan, kita memutuskan istirahat di sana. Pesen pisang goreng dan air kelapa muda, seporsinya masing-masing 15ribu. Pisgornya pakai sambal, pas banget, bagi saya, bagi si Ayah lidahnya kurang cocok xixi.






Pulangnya kami berniat makan di es teler super top sesuai itinenary. Kenapa makan di sana, karena berdasarkan penelusuran kami entah bener apa nggak, itu adalah es teler+bakso yang dulunya di depan pasar daya yang namanya es teler oke. Eh sudah sampai sana rupanya tutup, huhuhu.

Akhirnya coba-coba makan yang lain. Cari di BTP, nggak nemu tempat makan yang cocok karena parkirnya susah. Cuma beli es teler doang, bawa pulang.

Sempet desperate dan mau makan di warung steak aja wkwkwk, karena letaknya ada di depan gang rumah sewa, tapi lalu nemu rumah makan sea food gitu di sebelahnya, melipirlah ke situ.

Nama tempat makannya RM. Rahayu. Harga makanannya masih terbilang terjangkau. Porsi lumayan besar. Kaya ayam goreng bisa buat berdua 30ribuan, iga 60ribuan bisa berdua juga. Ada juga menu ikan bolu bakar. Ikan bolu di sini maksudnya bandeng ya gaes. Kalau cakalang itu tuna, dan maero adalah teri.






Habis makan, istirahat bentaran di penginapan, dan jam 4 sorean capcus lagi ke arah kota. Pertama ke kantor Papa untuk buat foto re create. Jadi dulu, saya ibu dan adek pernah foto di depan masjid kantor, kami mau bikin foto dengan formasi yang sama setelah 30tahunnya. Woww 30 tahun bo!!




Udah masuk magrib, yang rencana mau lihat sunset di Losari nggak jadi. Karena adek juga ada janji sama kawannya di Mall Transmart, jadi kami makan malam aja di Dapur Mama Sasa, terus pulang tanpa adek.

Sampai depan rumah, ada mobil parkir depan pagar. Kami nggak bisa masuk dong. Mbak Lia inisiatif ke kafe yang ada di gang sebelah, dan rupanya bener mobil salah satu pengunjung sana.



Day 3 Dek Dila Pulang

Awalnya kami mau ke Telkomas dulu barengan tapi sepertinya nggak sempat. Karena jadwal penerbangan dimajukan juga. Bahkan makan pagi aja kami grabfood nasi kuning sekalian makan sisa ayam dari RM.Rahayu yang kami bawa pulang kemarin.

Setelah selesai sarapan, antar adek ke bandara, barulah pulangnya kami mampir ke Telkomas. 





Dari masjid Jami Nurul Iman ketemu ustad Syamsul (dulu kami manggilnya Kak Sam) kami ke rumah May ketemu Ibu Bapak dan anak-anaknya, karena May masih dinas di luar pulau. MasyaAllah ibunya senang sekali bisa ketemu dengan ibu, untung kami jadi ke sini meski May nggak ada.



Setelah ngobrol sebentar, lanjut ke Masjid Nurul Iman 2, tempat kami ngaji dan berkegiatan sebagai remaja masjid. Hampir nggak ketemu Pak imam Sair karena pas kami datang beliau sedang pergi. Lalu setelah kami foto2 dan mau pergi, eh ada motor masuk, kami turun lagi lah, ternyata benar itu Pak Sair. Alhamdulillah rejeki bertemu dengan Pak Imam masjid dari 27tahun lalu. Masya Allah.




Habis itu lanjut ke rumah Eka, sebelumnya saya pikir nggak akan ketemu Eka juga karena dia udah tinggal di Maros, hari kerja pulak, mana anaknya sakit. Eh ternyata Eka menyempatkan datang ke rumah ibunya. Alhamdulillah bisa ketemu meski sebentar, karena kami buru-buru udah harus cek out dari rumah sewa.




Tiba di rumah sewa, kami langsung beberes karena udah injury time waktunya habis. Tak lama datanglah Amhy yang sudah menyengaja cuti 2 hari demi menemui saya di Makassar. MasyaAllah makasih Amhy.

Check out dari rumah sewa, kami berniat mau makan di tempat yang udah saya rencanakan tapi karena harus putar balik, gajadi. Kami pun makan di area kilo 4 ada rumah makan seafood di sana.


Enak bangett, puas makannya berlimaa


Setelah makan, lanjut jalan-jalan ke minasasari dan tidung. Cuma karena tempatnya manglingin kami juga lupa jalan ke rumah yang mana, hahaha. Habis itu baru ke hotel.

Setelah sholat ashar, Mbak Lia ada temannya datang, smeentara saya sama Amhy dan si Ayah lanjut ke radio Venus.

Alhamdulillah bisa ketemu, Mbak Nila, Bu Emmy, Mas Willy, Bundin dan Rachel. Karena waktu itu nggak ada yang siaran (hanya putar rekaman) nggak bisa nimbrung-nimbrung. Saya paksalah Mas Willy pura-pura siaran duet biar direkam wkwkwk.



Habis itu ditraktir makan malam sama Mbak NIla di bakmi Donald. Semenara Ibu dan Mbak Lia saya go foodkan nasi padang.

Pulang dari situ, janjian sama pemilik rental balikin mobil di hotel terus tak lama May datang ke hotel.



Day 4 ke Pantai Losari

Pagi-pagi ke pantai Losari, sebenarnya kalau mau jalan juga dekat dari hotel. Paling sekitar 10menitan. Tapi takut ibu kecapekan jadi gocar aja cuma habis sekitar 15ribuan. Dan ternyata Losari pagi sepi yaa. Katanya sih ramainya malam. Tapi dulu saya sering kok ke LOsari pagi dan rame banyak yang jualan makanan. Apa mungkin karena bukan week end ya.




Jalan sebentar foto-foto kami pun balik ke hotel untuk sarapan. Setelah sarapan ke CPI (Central Point of Indonesia) karena katanya bagus. Tapi ya gitu-gitu aja sih, mirip BSB gitu jadi udah biasa aja bagi kami yang dekat sama BSB nya Semarang hahaha.

Akhirnya lanjut ke Mall Transmart yang belum buka haha. Duduk-duduk bentar di depan, dan pas buka jalan-jalan sebentar juga area ibu udah capek.

Pulangnya udah siang kami gofood nasi timbel aja, yang kremesan dan sambelnya kaya buat 10 porsi hahaha, karena ga habis kubawa pulang ajalah, padahal si Ayah dah suruh buang.

Jam 1an Mbak Lia janjian sama temennya di Mall Panakukang. Sementara saya dikunjungi si Butet tak lama setelahnya. Dibawain jalangkote dan otak otak. Masya Allah, kamar penuh makanan sih. Sebeumnya juga dibawain roti maros sama Amhy dan jalkot plus roti sama Eka.




Setelah Butet pulang, saya masuk kamar Ibu bentar terus Amhy datang. Tak lama datang juga Risna dan Yusvita teman SMP. Hari yang mantab wkwkwk. Agak susah atur waktu untuk ketemuan masing-masing karena waktu yang singkat.

Jelang Magrib Anda datang ngajak saya dan Amhy makan di luar. Awalnya saya ajak Ibu karena Mbak Lia belum pulang. Pas Mbak Lia pulang ibu bilang ga jadi ikut, mereka makannya gofood aja seperti kemarin.




Pulang dari jalan sama Anda dan Amhy masih sempetin ketemuan sama Icah. MasyaAllah Icah jauh-jauh motoran dari perdos kodong. Mana besoknya dia kirimin lagi makanan otak-otak ke hotel. Olah-oleh saya bakpia udah habis jadi gabisa ngasih Icah huhuhu.


Day 5 Pulang

Sebelum pulang, paginya saya jalan dulu sama Alfa dan Mbak Lia cari oleh-oleh after sarapan. Sempet ditawarin driver gocar kemarin untuk pakai jasa dia ke bandara. Sudah kami iyakan, eh ternyata May mau nganter kami. Akhirnya dicancell lah.




Alhamdulillah, liburan ke Makassar yang singkat namun sangat berkesan, setelah 17 tahun lamanya saya pindah dari kota itu. Terimakasih sambutannya teman-teman. Semoga ada rejeki, kesempatan dan kesehatan untuk kita bersua lagi.



No comments:

Post a Comment