Jumat, 02 Maret 2018

Listrik Prabayar: Kelebihan dan Kekurangannya

Listrik pra bayar atau pasca bayar? Mana yang kamu gunakan saat ini?

Saya sendiri sih sudah merasakan menggunakan listrik prabayar maupun pasca bayar. Di rumah, saya masih menggunakan listrik pasca bayar, sementara di studio komik tempat suami bekerja menggunakan listrik pra bayar, yang mana saya juga yang mengurus pembelian token listriknya.

Gbr: infoperbankan.com

Mungkin diantara kamu ada yang lagi menimbang untuk migrasi dari listrik pasca bayar ke listrik prabayar, lalu bertanya-tanya apa kelebihan dan kekurangan dari listrik prabayar?

Kita bahas kelebihannya dulu ya:

Praktis

Kelebihan pertama yang paling jelas terlihat dan merupakan salah satu nilai tambah yang digaungkan oleh PLN adalah kepraktisannya. Sistem pembelian token prabayar ini memudahkan kita yang sehari-hari biasanya cukup direpotkan karena harus membayar listrik ke loket-loket resmi PLN. Dengan menggunakan sistem prabayar, kita bisa membeli token dimanapun kita berada. Bahkan di hari-hari kerja ketika sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan tugas kantor yang menumpuk. Kita bisa membelinya melalui jaringan-jaringan ATM yang ada di seluruh Indonesia, di minimarket, hingga membelinya hanya dengan ketukan jari jemari via mobile banking atau interbet banking.

Kepraktisan lain yang dimiliki oleh sistem ini adalah nyaris tidak adanya kesalahan pencatatan dalam pemakaian listrik. Ini pula salah satu alasan PLN menciptakan sistem pembelian listrik baru karena pada sistem yang lama sangat memungkinkan terjadi salah pencatatan penggunaan listrik yang berakibat pada membengkaknya biaya pemakaian listrik oleh pelanggan.

Dari segi biaya yang dikeluarkan PLN, listrik prabayar lebih tentu lebih menghemat, karena PLN tidak perlu mengerahkan tenaga untuk datang ke rumah tiap-tiap pelanggan melakukan pencatatan.

Lebih Hemat

Lebih hemat di sini bukan berarti listrik pra bayar lebih murah dari pasca bayar ya. Sebenarnya harga per kwh kurang lebih sama aja. Saya udah nyoba itung-itung di kalkulator hitung kwh di webnya PLN.

Lebih hemat disini maksudnya, listrik prabayar membuat kita lebih leluasa mengatur penggunaan listrik. Kita bisa menentukan budget berapa untuk penggunaan listrik, misal 50ribu untuk seminggu, jadi dikira-kira aja sehari hanya boleh menggunakan listrik berapa. Sekiranya masih melebihi target kita bisa cari akal, mana yang bisa diminimalisir penggunaanya.

Beda dengan pasca bayar yang mana kita cenderung lebih cuek menggunakannya, begitu bulan depan tagihan muncul, baru deh terkaget-kaget dengan nominalnya.

Sistem listrik prabayar ini bisa memperbaiki cash flow rumah tangga yang semula lebih spekulatif menjadi jauh lebih teratur terkait listrik.

Privasi

Yes dengan sistem pembayaran listrik yang lama alias pasca bayar, rumah kita mau tidak mau harus “diintip” setiap bulannya oleh para petugas khusus PLN untuk dicatat penggunaan listriknya. Bagi yang sering di rumah, dan senang berbicara dengan orang lain mungkin merasa senang dengan sistem ini. Tapi banyak juga orang, terutama yang jarang di rumah merasa agak malas atau jangan-jangan risih ketika rumahnya harus “diintip” oleh petugas PLN. Belum lagi kalo rumahnya berpagar, biasa digembok, ada anjing galak pulak di halaman, kasian petugasnya sih kalo ini, jadi ribet hihi.

Kekurangan Listrik Prabayar

Satu-satunya kekurangan listrik prabayar menurut saya sih ketika lupa mengisi pulsa dan mungkin di saat yang bersamaan kita sedang tidak bisa segera beli token listrik karena satu dan lain hal. Misal hujan deras, mati lampu, paket data internet habis. Wah kombinasi yang pas yaa haha.

Tapi kayaknya hal kaya gini jarang lah terjadi ya. Selain itu juga bisa diantisipasi. Ditandai saja biasanya tiap berapa hari kita membeli token listrik, kalo sudah mendekati tanggalnya, rajin-rain ditengok sisa kwh nya. Dan membeli token listrik juga tidak perlu sampai kwh nya benar-benar habis kan.

Saya sarankan sih untuk rumah yang tidak ditempati sendiri, disewakan misalnya, lebih baik menggunakan listrik prabayar. Repot kan kalo si penyewa agak-agak kurang beres, taguhan listrik ngga dibayar, ntar malah dicabut listriknya. Kalo pra bayar kan lebih aman, butuh listrik diisi, ngga butuh ya ngga usah diisi.

11 komentar:

  1. Skrg kami pakai prabayar..lbh praktis dan hemat memang..

    BalasHapus
  2. Kalo prabayar itu mendekati habis bakal ada bunyi2an gitu nggak sih mbak buat penanda? Kayak pernah tau hehe

    BalasHapus
  3. aku jg lebih suka prabayar hehehe.

    BalasHapus
  4. Prabayar emang lebih enak, praktis. Hanya saja kalau kita lagi lupa dengan jatah beli pulsa bisa bikin padam tiba-tiba apalagi kalau padamnya tengah malam dan tidak ada penjual token, hiiii... Bikin sakit hati. Hahaha

    BalasHapus
  5. Akupun pra bayar praktis belinya pun bisa online

    BalasHapus
  6. Di rumah masih pascabayar sedangkan bengkel suami pakai prabayar, Mbak. Kata suami enak pakai prabayar kalau mau ngitung orderan.

    BalasHapus
  7. Mau ga mau harus menggunakan prabayar betul sebenarnya jumlah KWH sama dengan yang pascabayar hanya kita dapat mengatur penggunaan jadi cenderung lebih hemat, selain itu pulsa listrik bisa dibeli offline atau online jadi cukup mudah

    BalasHapus
  8. Tiap bulan pasti ada petugas PLN yang datang ke rumah karena masih pakai listrik pasca bayar. Kalo listrik pasca bayar kadang lupa bayar mbak dan kadang kena denda karena lupa bayar sesuai tanggal jatuh tempo.

    BalasHapus
  9. bukannya listrik prabayar lebih mahal?

    BalasHapus
  10. Aku pribadi belum berani pake listrik prabayar. Takut tiba-tiba byarpet haha. Tapi semua rumah sewa mamaku di Medan pake listrik prabayar. Soalnya pernah kasus penyewa rumah ninggalin rumah sewa punya kami tanpa membayar listrik. Mana tagihan listriknya numpuk pula.

    BalasHapus
  11. pelanggan lama jadi belum prabayar.

    BalasHapus