Rabu, 21 Juni 2017

Makin Produktif dan Kreatif Membuat Komik dengan Notebook ASUS E202


“Kak komik Mak Irits harga berapa?”
“30 ribu”
“Wah kok mahal ya?”
“Murah lah coba kamu disuruh gambar sendiri 100 halaman, terus dijual 30 ribu.” 😊

Segaja dikasih emot senyum diakhir percakapan, biar keliatannya tetep woles padahal dalam hati guonduk setengah mati. Iyalah bayangin cuma 30ribu untuk 100 halaman, dia bilang mahal? Kalo diitung perhalamanannya, komik saya cuma dihargai 300rupiah lo!!! TIGA RATUS!!! Dan uang segitu ngga masuk ke saya semua. Masih ada bagian untuk penerbit, marketing atau toko buku, hanya 10% saja bagian royalti buat penulisnya.
Penulisnya mutung >.<

Kadang kita hanya melihat sesuatu dari hasil jadi, tanpa melihat bagaimana proses seseorang meraihnya. Lihat orang udah nerbitin buku atau komik lantas bilang, “Selamat ya, komikmu udah terbit, satu buat aku ya, kan kita teman!"

Dipikirnya kalo udah nerbitin buku, kita lantas bisa seenaknya mendapatkan buku itu gratis tis dari penerbit. Padahal jatah bukti terbit yang diberi ke penulis biasanya hanya 10 exemplar. Itu aja masih harus dibagi ke endorser, dibuat kuis, dikasih ke gebetan #eh

Tahukah wahai kamu, untuk menghasilkan sebuah komik memerlukan sebuah proses panjang, menguras energi, bahkan membutuhkan modal yang tak sedikit. Dalam menjalani proses panjang itu kamu ngga berkontribusi apapun, lantas ketika sudah jadi mau minta bagian? Hello kamu sehat? 

Haha tapi ya sudahlah, saya rasanya sudah kebal kok dengan komentar-komentar kaya gitu, masa-masa baper sudah terlewatkan. Berhusnudzon mungkin mereka memang ngga tahu. Kalo gitu mari saya beri tahu.

Sekalian juga saya ingin menjawab pertanyaan para pembaca komik Mak Irits yang bertanya, “Kak bagaimana caranya bikin komik, saya juga suka menggambar, dan ingin jadi komikus.”

Pertanyaan semacam itu cukup banyak saya dapat melalui chat line, tapi terlalu panjang kalo saya jabarkan satu persatu di sana. Jadi sekalian aja di blog post ini saya ajak kamu mengintip proses kreatif pembuatan komik Mak Irits sekaligus ngasih tau rahasia biar makin produktif dan kreatif membuat komik.

PROSES TEKNIS

1.Mengumpulkan ide

Ide adalah hal yang paling utama yang harus ada sebelum membuat karya. Kalo ngga ada ide apa yang mau digambar coba. Ide ini mulai dari: saya mau bikin komik tentang apa, tokohnya siapa saja, karakternya bagaimana, kira-kira gambaran visualnya seperti apa, sampai ke ceritanya bagimana.


Bagaimana cara mendapatkan ide? Yang perlu kita tahu, ide itu bisa didapatkan dimana-mana. Ngga perlu ritual khusus, mengurung diri sehari semalam di tempat yang sunyi, misalnya.

Ide bisa kita dapat dari socmed. Contoh pas ada status teman yang sepertinya cocok dikembangkan jadi komik, langsung catat. Ide bisa didapat saat menonton film bahkan saat mencuci pakaian, eh nemu duit seratus ribu di kantong celana suami.

Yang terpenting kita harus peka dan harus segera menyimpan ide itu. Bukan disimpan di dalam pikiran, ntar bisa lupa, tapi tulis di buku catatan kecil, atau di note HP. Menuliskan ide ngga perlu rapi-rapi, garis besarnya aja. Nanti dirapikan saat kita mulai menulis naskah.

2. Menulis naskah 

Balada emak-emak penulis
Nah ini eksekusi pertama ketika kita sudah mendapatkan ide. Menulis naskah komik beda dengan menulis naskah novel atau cerpen.

Dalam menulis naskah novel, naskah sudah langsung ditujukan kepada pembaca sehingga harus menggunakan kalimat yang apik, yang membuat pembaca terhanyut dengan cerita. Sementara naskah komik ditujukan kepada ilustrator, tidak perlu menggunakan kalimat yang mendayu-dayu, malah dikira naksir ilustrator puyeng bacanya. Gunakan kalimat yang jelas dan lugas, sehingga apa yang ada di bayangan penulis, nyampe ke ilustrator. Contoh ya:
Naskah novel: Matahari mulai menampakkan semburat sinarnya, burung-burung berkicau dengan riang.
Naskah komik: Suasana pagi hari, matahai terbit, beberapa burung bertengger di pohon sedang berkicau.
Kalau perlu sertakan gambar referensi, kemudian kasih catatan mana yang perlu diubah atau ditambah.

3. Membuat Story Board 

Setelah naskah jadi yang dilakukan selanjutnya adalah membuat story board, jadi ngga langsung gambar rapi. Story board ini kayak gambar orek-orekan, gambar kasar lah ya istilahnya. Udah keliatan adegannya kayak gimana, backgroundnya seperti apa tapi belum rapi-rapi amat.


Tumpukan story board di atas laptop >.<

Setelah story board jadi, setor pada editor. Editor akan menilai apakah storyboard ini sudah sesuai dengan cerita yang akan ditampilkan atau belum, jika masih ada kekurangan akan diberi arahan oleh editor mana yang harus diubah atau ditambahi.

4. Pencil/Pensil
Kalo story board sudah oke, lanjut ke pensil. Jadi gambar kasar yang ada di storyboard digambar lagi dengan jelas dan rapi.

Pensil yang digunakan boleh pensil konvesional yang biasa kita pake pas ujian UMPTN (duh tua banget ini kesannya hihi) atau pensil digital alias pen tablet. Senyamannya saja. Kalo ilustrator saya sekarang lebih suka gambar secara digital.

5. Ink/Tinta
Setelah selesai pencil, saatnya meninta supaya garis-garisnya menjadi lebih tebal dan jelas. Sekarang, setelah era gambar digital, banyak juga yang melewati proses pencil di atas tadi. Jadi setelah story board acc, langsung digambar dengan garis yang tebal. Karena kalau menggambar digital, seumpama ada salah, mudah untuk dihapus. Beda dengan menggambar secara konvensional ya, sebaiknya tahapannya setelah story board, pencil dulu, baru kalo kata editor sudah oke, langsung ditinta.


contoh komik yang sudah ditinta digital
6. Lettering

Seharusnya setelah tinta ada colouring alias mewarnai, tapi karena komik Mak Irits cetak tidak berwarna jadi kita skip ya pembahasannya, langsung ke lettering alias mengisi dengan kata-kata, bisa berupa balon kata atau caption.

Dari keenam proses teknis di atas, yang saya lakukan dalam pembuatan komik Mak Irits adalah mencari ide dan menulis naskah. Selebihnya saya meng-hire ilustrator untuk mengerjakan. Nah ini modal yang saya bilang tadi di awal, meng-hire ilustrator kan harus bayar, uangnya ya dari dana pribadi dulu. Ngarep balik modalnya dari royalti komik. Kalau kamu minta komiknya gratis sungguh TER-LA-LUH...

Lalu, modal lain selain dana apa ada? Ya ada dong, sesuatu yang bisa bikin kita makin produktif dan kreatif, yaitu...

NOTEBOOK

Fungsi dari notebook ini sudah all in one banget. Bisa buat menulis naskah, internetan (kirim email ke editor dan mencari referensi gambar), menggambar dan mewarnai digital, sampai hiburan seperti main game, nonton film, atau dengerin lagu. Hal yang sama yang bisa dilakukan PC sebenarnya, tapi kelebihannya, notebook ini cocok buat yang mobilitas tinggi, butuh bawa laptop kemana-mana.

Tahu sendiri kan mamak-mamak, biar kata ngga kerja kantoran, tapi kegiatannya segambreng. Mulai dari masak sampai nungguin bocah sekolah. Harus pandai memanfaatkan sela-sela waktu luang. Pas nunggu anak sekolah misalnya daripada bengong atau rumpi yang tak berfaedah, waktu menunggu bisa dimanfaatkan untuk menulis ide-de yang bersliweran di kepala, biar ngga keburu menguap. Atau pas lagi nggoreng ikan, sambil nunggu mateng, bisa sambil ngetik di dapur dengan laptop. Fleksibel. Makanya notebook atau laptop itu benda wajib punya banget.

Dalam memilih notebook untuk kebutuhan saya, ada beberapa pertimbangan:

1. Ukuran. Saya lebih suka notebook yang kecil, ramping, dan ringan agar mudah dibawa kemana saja, bisa masuk ke tas ransel, ngga bikin encok. Soalnya kalo bepergian, terutama bawa bocah, sudah terlalu banyak membawa beban hidup kaya makanan, minuman, baju ganti anak, dll.
2. Baterai tahan lama. Saya ngga mau kalo pas kerja di luar dirempongkan dengan cari colokan. Belum tentu kan tempat yang saya datangi ada colokannya. Gimana kalo saya mau nyambi kerja di mobil misalnya, atau.. motor *priiit.. langsung dicagat polisi
3. Tidak lemot untuk multitasking. Saya itu orangnya hobi multitasking banget. Ngetik naskah, sambil blogwalking, edit foto, fesbukan, bahkan rumpi di WA for pc, kadang juga sambil nonton vlognya Raditya Dika, sampai akhirnya ngga konsen sama kerjaan, dan naskah ngga kelar-kelar *malah curhat.* Tapi saya pengen semuanya serba cepat ngga ada yang namanya lelet saat proses penyimpanan gambar misalnya, atau tiba-tiba notebook nge-hang saking beratnya program yang bekerja karena cukup banyak tab terbuka.
4. Lancar internetan
Saya selalu berhubungan dengan ilustrator maupun editor melalui email. Saya juga butuh internet buat mencari referensi gambar dan mempromosikan komik di social media. Kalo internet lelet proses kreatif juga bisa terhambat.
5. Harga, karena bisa dibilang saya masih komikus pemula, belum punya banyak modal, saya butuh notebook dengan harga terjangkau tapi dengan kualifikasi yang oke, minimal empat kriteria di atas harus terpenuhi.

Setelah cari dan tanya sana-sini, baca-baca review di internet, akhirnya saya menemukan notebook yang memiliki semua yang saya butuhkan.

ASUS EeeBook E202


1. Desain kompak, mudah dibawa kemana-mana. Melihat dari spesifikasinya, ASUS EeeBook E202 sepertinya memang merupakan notebook yang dirancang khusus untuk pengguna yang mengutamakan mobilitas, Bentuknya ringkas banget, berukuran 29,7 x 19,4 x 2,14 cm dengan bobot hanya 1,25kg. Desain yang sangat tipis dan fanless ini juga membuat ASUS EeeBook E202 memiliki suara bising sangat rendah, sangat cocok digunakan saat di perpustakaan biar ngga dilempar bolpen sama Rangga #terAADC, atau bahkan ditinggalkan semalaman untuk mendownload dokumen dan file pun ngga masalah.



2. Baterai tahan lama. Notebook berukuran A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. Uwow banget kan. Ngga perlu bingung cari colokan kalo pas kerja di luar rumah. Dan ngga ada cerita mati gaya saat listrik padam. Kan masih bisa nyalain notebook, ntah itu buat dengerin lagu, nonton film, atau menyelesaikan pekerjaan. Asal jangan lupa selalu dicharge full ya notebooknya.



3. Next generation Intel® processor. ASUS EeeBook E202 disenjatai dengan Intel® processor terbaik yang menjanjikan performa tinggi saat berselancar di web, menonton video, proses pengetikan, bahkan melakukan ketiganya sekaligus, alias multitasking.

4. Wi-Fi 802.11ac terbaru. ASUS EeeBook E202 membuat kita bisa berselancar lebih cepat di dunia maya dengan teknologi Wi-Fi terbaru 802.11ac yang memiliki kecepatan hampir tiga kali lipat dari 802.11n. Jadi buat kirim-kirim file hi-res ke penerbit atau upload komik di platform digital komik bisa lebih lancar.

5. Harga terjangkau. Yes sesuai dengan budget yang saya anggarkan ternyata. ASUS E202 ini dibanderol di kisaran harga 3 jutaan.

Tapi bukan hanya 5 poin ini aja lho yang menarik dari ASUS E202 ini.

Kelebihan lainnya, notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Kamu bisa pilih warna mana yang mewakili kepribadian kamu, atau membangkitkan semangat kamu dalam berkarya.

Kalo saya sih, seandainya ada rejeki untuk memiliki ASUS E202 saya pilih yang warnanya lightening blue yang sebiru hatiku #tsah.




Bukan hanya itu saja, ASUS EeeBook E202 memiliki touchpad yang sangat responsif, selayaknya sebuah layar smartphone saat ini, dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Ukurannya 36% lebih besar dibandingkan touchpad pada laptop sejenis yang berukuran 11.6 inci. Touchpad pada EeeBook E202 memiliki fitur teknologi ASUS Smart Gesture untuk touchpad yang lebih intuitive dan memiliki banyak fungsi yang dapat Anda pakai selayaknya gesture pada layar sentuh.

Keyboardnya sangat nyaman untuk digunakan, dengan desain one-piecce chiclet. Dengan jarak antar keyboard 1.66mm membuat pengetikan semakin nyaman dan kokoh, bahkan tahan sampai 10 juta kali pengetikan.

Bagaimana dengan suara yang dihasilkan? Dengan teknologi ASUS Sonicmaster– yang dikolaborasikan dengan ASUS Golden Ear team menciptakan sebuah teknik engineering yang presisi dengan software yang difungsikan untuk mengantar suara yang berbeda dari kebanyakan laptop yang ada pada saat ini. Suara yang keluar lebih dalam dan bersih, walau di volume suara yang tinggi. Cocok banget kan bagi orang-orang yang suka bekerja sambil mendengarkan musik. Konon katanya musik bisa meningkatkan kreativitas, mendatangkan inspirasi, membuat semangat bekerja semakin menyala, namun pikiran tetap rileks.


Nah dari semua keunggulan yang saya paparkan di atas, Insya Alloh deh kita bakalan makin produktif dan kreatif  membuat komik dengan notebook ASUS E202 yang berukuran 12 inci dengan baterai yang tahan lama.

Untuk peralatan penunjang lainnya, ada pen tablet bagi yang menggambar dan mewarnai digital plus scanner kalo masih suka menggambar secara tradisional menggunakan pensil atau drawing pen.

Untuk software yang wajib ada, saya menggunakan microsoft office untuk pengetikan, sementara ilustrator saya biasa menggunakan photoshop dan SAI untuk menggambar dan mewarnai digital.

Oh iya sedikit tip nih bagi para ilustrator. Biasanya ada ilustrator yang lebih suka melakukan aktivitas gambar dan mewarna dengan layar yang lebar, contohnya suami saya. Tipnya sambungkan notebook ASUS E202 dengan layar monitor PC kamu atau bisa juga dengan layar TV flat yang support HDMI.

Nah sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana proses kreatif pembuatan komik Mak Irits. Semoga yang bercita-cita sebagai komikus bisa tercapai ya cita-citanya dan bagi penikmat komik, pelis atuhlah hargai kerja keras dan kerja kreatif kami. 😉

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com
Mbayangin pegang E202, udah mirip BCL belum? :p



37 komentar:

  1. kreatif deh mak irits ini mbak.. salut ama tokoh karakternya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Ded, doain biar istiqomah update komiknya hehe

      Hapus
  2. Kwereeeen, calon pemenang nih 👍

    BalasHapus
  3. Wkwk aku gagal fokus liat foto paling bawah. Iya, mirip BCL!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan Cindy Fatika Sari kan mbaa? >.<

      Hapus
  4. pengen bisa bikin komik aku mbak terus di youtube-in gitu pasti cucok meong tapi sayangnya aku gak bisa gambarrrr....

    dan betewe sepertinya aku harus beli nih seperangkat alat ketiknya itu, karena lihat yang lain seperti ini jadi abot yen ngarep gratisan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cari partner yang bisa gambar, kamu penulisnya :)

      Hapus
  5. Ih, lucu deh gambarnya.. foto ala bcl-nya juga.. kurusan ya Mbak?

    BalasHapus
  6. Jadi pinginnn punyaaa laptop gituan....����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoklah ikutan lombanya Maknik mba inuung

      Hapus
  7. Oh ternyata begitu proses pembuatan komik ya, ga harus gambar sendiri? bisa hire ilustrator.. I see i see..
    aku hobi nulis dari kecil, sempet kepikiran pengen nulis buku atau bikin komik humor tapi belum tau seluk beluk dunia itu jadi untuk sekarang lebih milih nulis di blog aja

    btw netbooknya emg bikin mupeng banget, speknya sesuai dan aduhai sekali bikin pengin memiliki (eaa) ...

    dhe-ujha.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Uzha cari partner, sekarang jamannya kolaborasi kreatif :)

      Hapus
  8. Gayamu udah mirip lah sama BCL Mi, cuma kurang lipstik yang cetar membahana. Jadi tau euy caranya bikin komik. Makasih sharingnya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah golek endorsan listrik sik aku :p

      Hapus
  9. Blum ngerti dr pencil ke ink, itu discan? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari pencil bisa ditebelin pakai drawing pen Nat, trus discan, atau bisa juga pakai digital pen, langsung gambar di perangkat komp/laptop

      Hapus
  10. ASUS E202 memang keren. Saya juga sudah pernah memakainya. Ukuranya minimalis dan bisa dimasukan kedalam tas kecl. Kemarin pas saya pergi, saya juga bawa notebook ini, bobotnya ringan, jadi gak bikik pegel di pundak. Recomended pokonya, terutama buat anak sekolah atau mahasiswa, ataupun pekerja. By kangamir dot com.

    Btw selalu suka dengan komiknya, emak irits ^^

    BalasHapus
  11. Udah mirip ama BCL tapi versi syar'i ya, Mi :)

    moga terwujud punya Notebook E202 ya, agar makin kreatif

    BalasHapus
  12. Aku jadi ingat sama temen SMP ku yg juga hobi bikin komik. Pinter banget bikin manga. Sekarang dia jadi apa ya?

    Soal harga menghargai karya seni emang ngeri banget sih, Mbak. Padahal kita ngerjainnya sampai berdarah-darah eh ujungnya kok ada yg minta gretongan. Hadeh.

    BalasHapus
  13. Notebook Asus E202 emang keren deh. Desain minimalis, kualitas maximalis, apalagi harganya cukup ekonomis.

    BalasHapus
  14. Lucu 😀

    salam kenal Mbak

    BalasHapus
  15. asus handal! keren yaaa spesifikasinyaa..warnanya ituuuu lho bikin gemes

    BalasHapus
  16. Ruarrr biasa mba yang satu ini. Produktif banget, gak heran layak banget jadi juara lomba blog Asus ini, selamat ya... BTW itu emang sewaktu proses bikin komik, anaknya sampe naik-naik ke kepala, kayak di gambar komik diatas, hehehe....

    BalasHapus
  17. itu gambar mak sama anaknya kok lucuuuuu. . . . .


    Selamat ya mbak sudah menang. . .

    BalasHapus
  18. selamat ya mbak, bagus banget artikelnya, pantas jadi juara

    BalasHapus
  19. Kereen dan kreatif mba..selamat ya jadi salah satu pemenang lombanya

    BalasHapus
  20. ini nih si artikel juara itu. selamat mak... *kiss

    BalasHapus
  21. Ya ampun mbak gambarnya lucu-lucu banget dan kreatif!

    Salut sama mbak, gimana sih mbak bikin begituan? Kayaknya susah ya?

    Congrats mbak sudah menang dan membawa pulang E202!

    BalasHapus
  22. Seru baca proses kreatifnya. Mak Irits kapan keluarin komik lagi? Aku udah tak sabar, Maaakkk.

    BalasHapus
  23. Selamat ya mak Irits, memang pantas jadi pemenang. Mau donk diajarin ngomik

    BalasHapus
  24. Selamat ya mbak mi akhirnya menang 😊

    BalasHapus