Selasa, 25 Oktober 2016

Ayah Bunda, Yuk Dukung Eksplorasi si Kecil!

Assalamualaikum, halo temans, adakah di sini yang punya anak, ponakan, atau adek mungkin yang usianya baru menginjak satu tahun?

Saya ingat, di usia setahun Thifa dan Hana, usia dimana mereka sedang belajar jalan, minta titahan kemana-mana, kalo ngga dititah ya merembet jalan sendiri sambil pegangan, meja, kursi, atau dorong-dorong tabung gas.

Ketika merambat atau merangkak, ada kucing lewat dipegang, ada saklar lampu dipencet-pencet, tanah di halaman dikorek-korek. Ya mereka ga peduli, hujan atau panas, bersih atau kotor, bahkan hal yang berbahaya sekalipun. Karena memang mereka tidak tahu, mereka hanya senang bereksplorasi.

Sampai sekarang, sampai Thifa usianya hampir menginjak enam tahun, dan Hana hampir tiga tahun ya masih begitu, masih suka main kotor-kotoran, main hujan, dan lain-lain.

Mereka heppy kitanya kadang tegangan tinggi. “Adek jangan dipegang itu kotor, jangan keluar rumah panas banget, jangan pegang ini itu bahaya, bla-bla-bla-bla….”

Pas banget nih, hari Sabtu kemarin saya hadir di seminar Dancow Parenting Center dengan tema “Tumbuh Kembang si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal” yang bertempat di Crowne Plaza.


Seminar tersebut mendatangkan tiga narasumber yaitu Dr.dr.Hartono Gunardi (dokter spesialis anak), Mba Vera Itabiliana (psikolog), dan Ibu Sari Sunda Bulan (ahli gizi&nutrisi) dengan moderator artis cantik Shahnaz Haque.

Di seminar tersebut dikatakan bahwa usia 1-5tahun, si kecil memasuki tahapan perkembangan, yang artinya, ia bukan bayi lagi. Tubuh dan otaknya berkembang dengan amat pesat, mulai berjalan dan melakukan aktivitas mandiri. Usia 1-5 tahun disebut juga dengan usia bermain, bereksplorasi, dan bertanya. Jadi memang sudah fitrahnya demikian ya ayah.. bunda.. Selagi itu tidak membahayakan keselamatannya biarkan mereka bereksplorasi.

Tapi gimana kalau mereka jadi sakit karena main hujan-hujanan, kena kuman penyakit gara-gara main kotor-kotoran, mana cucian jadi banyak lagi, #ops.

Inilah yang dibahas dalam seminar kemarin, tentang pentingnya nutrisi untuk perlindungan, stimulasi, dan cinta dalam membentuk anak sehat, ceria, percaya diri, dan berprilaku baik.

Nutrisi yang cukup tentu saja diperlukan agar si kecil bisa bereksplorasi dan belajar secara optimal. Kalau misalnya si kecil sakit karena kekurangan nutrisi ia pasti tidak memiliki energi atau gairah untuk bereksplorasi.


Dr.Hartono mengatakan, untuk pertumbuhan fisik, si kecil membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Karbohidrat bisa didapat dari nasi. Gimana kalau ngga mau makan nasi? Ya bisa diganti dengan kentang atau roti, yang penting kandungannya karbohidrat.. Sementara protein bisa didapat dari ikan, kalo si kecil lagi ga mau makan ikan, bisa diganti tempe atau daging, yang penting kandungannya sama-sama protein yaa.

Hayoo siapa yang suka makan nasi lauknya mie? Wah wah bisa over karbo tuh! Karena kata Ibu Sari, porsi karbohidrat yang ideal itu segenggaman tangan masing-masing, sementara porsi lauknya selebar telapak tangan. Jadi porsi anak dan dewasa beda ya bunda…

Kita juga sangat dinjurkan untuk selalu mengecek perkembangan anak, dengan menimbang berat badannya, mengukur tingginya dan lingkar kepalanya. Sebagai patokan, anak usia setahun mencapai 3xberat lahirnya dan di usia dua tahun mencapai 50% tinggi dewasanya. Tapi setelah itu pertumbuhannya akan meningkat sedikit dem sedikit tidak sepesat dulu lagi. Punya KMS (Kartu Menuju Sehat) kan bunda? Itu tuh yang ada di buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Biasanya didapat dari dokter, puskesmas, atau posyandu. Nah itu rajin diisi yaa supaya tahu perkembangan fisik si kecil sudah sesuai dengan usianya atau belum.

Bagaimana dengan stimulasi? Stimulasi adalah sebuah rangsangan. Kalau di buku KIA biasanya ada tuh anak usia sekian bulan harus diberi stimulasi apa, setahun stimulasi nya apa, ini demi si kecil mencapai target tumbuh kembangnya.

Kita pengen si kecil jadi kreatif, ya beri dia mainan yang merangsang kreativitasnya, jangan lupa dampingi, sebagai bentuk cinta kasih ayah dan bunda ya. 

Kalau maianan puzzle gimana? Oh bagus itu bisa merangsang perkembangan otak. Tapi puzzlenya dalam gadget. Nah yang perlu diketahui ayah bunda, mainan yang real dipegang si kecil dengan yang ada dalam gadget tetep beda. Kalo puzzle biasa, selain melatih otak, anak juga belajar menggenggam, melatih kesabaran untuk meletakkan posisi puzzle yang sesuai, dll. Jadi aktivtas fisiknya lebih variatif, ngga kaya di gadget yang cuma main geser-geser aja.

Mba Vera (psikolog) mengatakan, anak usia dua tahun ke bawah seharusnya tidak boleh sama sekali diberi gadget, setelah dua tahun boleh tapi tetap dibatasi. Pemberian gadget di usia terlalu dini dapat menghambat kemampuan bicaranya.

Seminar kemarin benar-benar kaya ilmu, setelah sesi sharing masing-masing pakar, peserta dipersilakan bertanya. Ngga cuma peserta yang hadir saja, bagi yang tidak hadir boleh bertanya via fanpage Dancow Parenting Center dan via twitter. Yang asiknya, bagi empat penanya terbaik via socmed dapet hadiah loh! Selain itu hadiah juga dibagi-bagi melalui undian doorprize. Alhamdulillah saya dapet voucher belanja karena menjadi salah satu pemenang sharing moment terbaik.

dapet bonus foto bareng Shahnaz juga

Banyak sekali yang ingin mengajukan pertanyaan. Tapi karena waktu terbatas, untuk ayah bunda yang belum dapet kesempatan bertanya bisa menuliskan pertanyaannya di form yang sudah disediakan panitia, untuk nantinya akan dijawab via email oleh yang berkompeten.

Seminar Dancow Parenting Center ini bukan hanya diadakan di Semarang saja, tapi juga di beberapa kota lain di Indonesia. Ini sepertinya sudah menjadi agenda rutin dari Dancow karena tahun lalu saya juga mengikuti acara seminar dari Dancow yang dibarengi dengan kegiatan Dancow Ranch Adventure.



Tentang Dancow ExcelNutri+


Dancow ExcelNutri+ merupakan susu pertumbuhan untuk anak usia satubtahun keatas. Ini merupakan inovasi terbaru dari Nestle Research Centre dengan formula yang telah disempurnakan untuk membantu tumbuh kembang anak optimal. 

Tambahan info nih yaa, untuk membuat susu yang benar adalah, air hanagat suam kuku dituang dalam gelas kemudian masukkan susu sesuai takaran yang tercantum dalam kotak susu, aduk rata. Cara membuat susu yang salah menyebabkan bakteri baik dalam susu mejadi tidak aktif. Kemudian untuk cara menyimpan susu yang benar setelah dibuka, tetap biarkan dalam kemasan aluminium foil, tarus dalam toples yang tertutup rapat.

Alhamdulillah setelah menghadiri seminar tumbuh kembang anak kemarin, saya bertekad untuk mendukung ekplorasi si kecil.

27 komentar:

  1. Fiuh gadget ternyata dampaknya kurang baik ya, lebih baik stimulasi anak dengan bermain di lapangan hihi

    BalasHapus
  2. Salah satu tantangan saat anak masuk 1 th, susah d ajak makandg gizi seimbang mba..mau nya pilih pilih sesuai selera mereka..piye yo biar nutrisi nya tetap terpenuhi? hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diganti dengan yang kandungannya sama yang dia suka, kalo ga mau sayur ganti dgn buah, sama2 ada vit C. Tapi tetep dirayu biar mau makan sayur misal dibacain cerita yg ada tentang sayur2nya.

      Hapus
  3. Acara yang keren. Belom pernah deh aku ikut acara parenting gini. Hihihi... Btw, iya banget. Anak-anak seneng banget ya eksplore ini itu. Jadi feel guilty deh sering ngelarang mereka dengan alasan biar gak berantakan. Kudu banyak belajar lagi nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini roadshow beberapa kota kok mbak, tungguin aja

      Hapus
  4. Anak2 memang butuh gizi seimbang ya.
    Bener juga kalo anak suka makan mi Mbak Rahmi. Anakku juga suka. Harus pinter2 mengolah menu makanan biar nggak membosankan. Dan susu tentu saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa kayaknya anak2 dimana2 suka makan mie yaa aku waktu kecil pun begitu

      Hapus
  5. Setiap menghadiri seminar parenting seperti merasa di charge 10juta power ya mak,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa maak, harus langsung segera eksekusi kalo ngga yaa menguap lagii hihihi

      Hapus
  6. Pematerinya sebagian besar sama kaya acara dancow yg dulu ya mak tp pastinya dpt ilmu tambahan lg nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa kayaknya pemateri emang ini terus deh

      Hapus
  7. Asikkk dapet voucher belanja, bisa buat belanja susu lagi ya Mba hehehhe
    Yang ikut kayaknya mommy semua ya Mba? yang single2 gitu ada yang ikutan kah mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan aku liat sih yangdah berkeluarga, ada para ayah juga. Tapi kalo single mau ikut bagus jg, buat bekal sebelum punya anak ;)

      Hapus
  8. Hmmm.....Jadi cara nyimpen susu dirumah salah dong....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo aku sih biasa nyimpen susu kaya yang kusebut di post ini

      Hapus
  9. kereen..mbak shanaz juga ngefans sm mak irit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku paksa baca bukunya mbaa hihihi

      Hapus
  10. Memang dalam masa tumbuh kembang si kecil harus diperhatikan dalam memilih susu, dancow adalah susu yg cocok buat si buah hati :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hana suka banget dancow, selain susu milo favoritnya ;)

      Hapus
  11. pasti seru ini acara, moga di lampung juga ad acara seperti ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba aja colek miminnya d twitter @DancowCenter

      Hapus
  12. Anakku suka megang teleek ayam,Mbak. Kalau sudah gitu diublek2 nggak karuan lanjut ambil tisu. Emaknya teriak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo telek ayam, aku kayaknya gak ngijinin deh, males bersihinnya cyinnnt hahha

      Hapus
  13. KEinginan anak untuk berkesplorasi gak boleh ditahan, ya. :)

    BalasHapus
  14. dancow selalu mengembangkan produknya ya, jadi inget dulu pas kecil maunya cuman minum susu dancow hehe

    BalasHapus
  15. Waaah mbak shanaz baca buku mak Irits dan foto sama penulisnya.
    Aku juga pengin bisa foto dg mak irits :)

    BalasHapus