Jumat, 02 Mei 2014

Kangen Thifa

Dini hari. Ketika semua sedang terlelap, ayahmu, adikmu, dan mungkin juga kamu... Mama menangis..

Mama menangis karena kehilangan Me time. Me time bagi mama adalah ketika semua orang sedang tidur, mama baca-baca buku, atau online, sambil sesekali menengok ke arahmu dan adikmu yang sedang terlelap. Tenang dan damai.

Tapi malam ini kamu tak di sini. Padahal biasanya mamalah yang menemanimu di atas tempat tidur sampai terlelap. Kadang malah lebih duluan tidur daripada kamu. Membacakanmu buku cerita kemudian ngelantur kemana-mana karena sangat mengantuk.

Seringkali kamu merengek minta tidur di dekat mama, minta mama memelukmu. Padahal mama harus menyusui adikmu sehingga dengan terpaksa membelakangimu.

Mama sangat ingin menelponmu karena kangen. Tapi mama takut, begitu mendengar suara mama, kamu merengek minta pulang. Pasti itu akan sangat merepotkan kakek dan nenekmu.

Ah ya, tadinya mama memang berpikir seperti itu. Tapi lama-kelamaan yang mama takutkan justru ketika mama menelpon kamu, kamu tidak mau menerima telepon mama karena sedang asik bermain di sana.

Nenek tadi bilang kamu senang di sana. Ngga mencari mama maupun ayah. Nggak mau pulang juga. Mungkin harusnya mama lega, karena akhirnya kamu mau juga berada di tempat nenek tanpa mama. Kalau mama mau pergi-pergi ngga perlu repot bawa dua bocah. Kamu bisa dititipkan di sana. Tapi yang terjadi, justru mama sedih nak. Kenapa kamu ngga nyariin mama? Kenapa kamu ngga minta pulang seperti biasanya?

Salahkah jika terselip harap, kamu merengek-rengek minta pulang karena ingin bertemu mama.

Seandainya mama membiarkanmu saja di situ sampai kamu yang meminta sendiri untuk pulang, kapankah hari itu akan terjadi, besok kah atau kapan?

Mama memang seringkali kesal melihat kamu sangat manja. Kemana-mana maunya sama mama. Ngapa-ngapain maunya dibantu mama. Mama ngga keliatan sebentar kamu langsung menangis mencari mama. Tapi separuh hati mama sebenarnya senang, karena itu berarti kamu mencintai mama. Mama merasa menjadi orang yang paling berharga dan utama dalam hidupmu.

Mama ingat pernah punya ketakutan semacam ini dulu, sewaktu akan menyapihmu yang mama tuliskan juga di blog ini, "Kalo seandainya cara ini berhasil. Setelah ini thifa ngga mau mimik mamanya lagi. Kemudian dia mulai betah kemana-mana tanpa mamanya, apakah saya sanggup. Apakah saya tidak merasa kehilangan?"

Anak-anak memang tidak selamanya kecil. Suatu saat ketika dia beranjak besar dia akan mempunyai urusan sendiri. Tidak akan selalu membuntuti mamanya lagi. Apalagi nanti kalau sudah berumahtangga sendiri.


Ya mama sadari itu. Tapi mama tidak mau belajar untuk melepasmu dari sekarang. Justru, karena kamu belum besar, mama ingin menikmati saat-saat bisa selalu di dekatmu. Biarlah, mama sedikit repot membawa kamu dan adikmu kemana-mana ketika harus bepergian keluar rumah, bahkan ketika ayahmu tidak bisa menemani, hanya kita bertiga. Yang penting hati mama tentram ada kalian di dekat mama.

Besok kalo kamu pulang kita beli eskrim ya ;)




10 komentar:

  1. Hati mama selalu galau saat jauh dari anaknya, bisa jadi itu cerminan ketidak relaan bunda melepas bayinya ;) padahal seorang anak tumbuh setiap hari...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbaa mkin gede anak makin galau maknyaa

      Hapus
  2. Thifa dah pintar ya..gak berasa anak2 tumbuh besar ya mba ..

    BalasHapus
  3. Begitulah emak-emak. Ketika anak jauh, rasanya kangen dan sepi. Tapi saat mereka ada, kadang kita sibuk sendiri dan kerepotan dengan keributan anak-anak.
    Aku apalagi udah punya anak abege. Dia paling seneng cari celah buat debat dengan aku. Jadinya kami kayak kelihatan ribut dan berantem. Tapi kalo jauh, kami saling kangen. Aku atau dia sering nangis, dan akhirnya nangis di telpon. Eh tapi kalo udah ketemu, ribut lagi deh... *eh malah curcol* :D

    BalasHapus
  4. Huhu aku jadi nangis baca ini...aku belum pernah pisah gini mak...tapi nanti kalau suatu waktu tiba dia nginep dirumah mbahnya pasti akan berfikir sama ;")

    BalasHapus
  5. pertama kali pisah sama pascal, waktu aku melahirkan mbak. JAdinya melatih kemandirian juga ya

    BalasHapus
  6. Hafizh malah kadang susah diajak pulang trus bilang :ibuk pulang aja gpp..aku sama kakung, aku nggak nakal kok....bangga tapi juga syediiihh ehehehe

    BalasHapus
  7. Emak-emak suka serba salah ya :p giliran anaknya manja kita kadang ngerasa rempong, giliran anak jauh kita juga kangen bukan main, hehe.. Thifa pasti kangen juga sama mamanya :)

    BalasHapus
  8. paragraf terakhirnya nendang maak >.< saya pun sering galau kayak gini, pengen anak mandiri biar tenang kalo dititip, tapi juga patah hati sendiri kalo anaknya juga asyik tanpa kita hahaha

    BalasHapus