Saturday, June 13, 2020

Menutup Polis Asuransi Pendidikan Bumiputera Syariah, Alhamdulillah Cair

Assalamu'alaikum teman kali ini saya mau cerita tentang berhenti asuransi pendidikan Bumiputera syariah mitra iqra' sebelum masa kontrak berakhir. Saya urus pemberhentian polis ini bulan Januari 2020, Alhamdulillah uangnya udah cair bulan Mei kemarin.

Cerita dulu ya awal mula ikut asuransi pendidikan bumiputera ini, waktu Thifa masih bayi belum ada setahun. Jadi asuransi ini modelnya kaya tabungan berjangka gitu. Tiap 3 bulan saya setor uang senilai 750K, nanti secara berkala ada uang yang bisa dicairkan untuk dana pendidikan. Pencairan pertama saat usia anak masuk TK sebesar 10% dari manfaat awal (MA) yaitu Rp.5.100.000, kemudian masuk SD juga 10% dari MA, masuk SMP 20% dari MA, masuk SMA 25% dari MA, dan masuk kuliah 35% dari MA. Polis kita bayar selama 17 tahun dan saat masuk 17 tahun itulah uang yang sudah kita setorkan terhitung balik semua 100% ke kita, ntar setelahnya kita masih tetep dapat pencairan kalo ga salah 4x dari bagi hasilnya.

Foto dari: beritaasuransiindonesia.blogspot.com
Ada juga resiko yang ditanggung asuransi, semisal, penanggung polis (yang bayarin polis dalam hal ini saya pakai nama Ayahnya) ditakdirkan meninggal sebelum perjanjian polis berakhir, diberikan santunan, dan dana yang harus disetorkan selama masa perjanjian polis pun akan dibayarkan oleh pihak Bumi Putera.

Baca juga: Ketika Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik Kemudian Naik Lagi

Sales bumiputera yang merupakan tetangga bumer juga mengatakan sewaktu-waktu kita mau berhenti dan mengambil uang yang sudah disetorkan juga bisa, tentu saja ada ketentuan yang berlaku.

Mengapa Berhenti Asuransi Pendidikan Syariah Bumiputera

Ini mungkin yang akan ditanyakan banyak pihak, kenapa berhenti? Apakah karena ada rumor bahwa kondisi Bumiputera sedang kurang baik?

Awalnya saat mendengar kabar tidak menyenangkan tentang Bumiputera saya sempat khawatir gimana dengan uang tabungan pendidikan yang di sana. Mau berhenti maju mundur. Sempet kepikir lanjut dengan pertimbangan, kalo saya tarik dana saya sekarang dan semua orang juga berbuat demikian bukankah ini akan menimbulkan kekacauan keuangan karena harus mengembalikan dana yang banyak dalam waktu bersamaan.

Sempet memutuskan udah deh lanjut aja, toh selama ini pencairan polis asuransi Bumiputera lancar dan lumayan ntar Thifa masuk SMP bisa cair lagi 10jutaan jadi kaya nabung gitu, tapi saya ingat punya resolusi bebas hutang di tahun 2020. Kami masih ada sedikit cicilan yang belum lunas, maka saya bilang ke si Ayah udahlah ambil aja, lebih baik kita melunasi utang dulu, nanti kalo udah lunas utang mau nyisihkan uang kan enak, insyaAlloh lebih tenang hidup juga ga mikir cicilan.

Di samping itu, saya juga masih ingin mempelajari lagi hukum asuransi pendidikan seperti ini dalam Islam.

Baca juga: Dia Yang Ngutang Kok Kita Yang Susah?

Menutup Polis Bumiputera di Bulan Januari, Cair di Bulan Mei

Akhirnya bulan Januari kemarin kami mengurus penutupan polis. Si Ayah yang datang ke kantor Bumi Putera dengan membawa buku polis. Pengurusannya cepet aja kok cuma ditanya alasan menutup polis habis itu ngobrol sambil nunggu proses penutupan polis.

Si Ayah dikasih secarik kertas berupa keterangan pengurusan penebusan polis di sana tertera perkiraan cair bulan Mei dan akan langsung ditransfer ke rekening.

Asalnya udah pasrah aja kalopun klaim asuransi Bumiputera ngga bisa sesuai ekspektasi yaitu cair di bulan Mei ya sudahlah iklas dan sabar aja, haha. Lha iya mau gimana lagi kan. Tapi Alhamdulillah penebusan polis lancar, uang asuransi cair tepat waktu.

Berapa Kerugian Menutup Polis Asuransi Pendidikan Sebelum Selesai Perjanjian

Berhenti asuransi apakah uang kembali? Dalam hal asuransi pendidikan Bumi Putera ini, karena dia lebih ke asuransi pendidikan jadi mirip tabungan berjangka. Asuransinya hanya di pertanggungan jika penanggung meninggal dunia. Beda dengan asuransi kesehatan yang dulu si Ayah pernah ikutan, porsi tabungan memang kecil, sehingga entah gimana waktu itu ngga ada yang cair sama sekali.
Asuransi pendidikan Thifa ini jangka waktunya 17 tahun dan baru berjalan selama 9 tahun, jadi masih kurang sekitar 8 tahun. Uang yang sudah cair sebesar Rp 10.200.000 (2x pencairan) dan saat Mei kemarin uang kembali Rp13.175.746 berarti total uang yang kembali Rp.23.375.746. Sementara uang yang sudah saya setorkan sebesar 25.500.000. Jadi ada selisih sekitar Rp.2.125.000,-

Ya saya pikir gapapalah ga banyak-banyak amat yang penting lunas utang dulu aja.

Alhamdulillah sekarang utang sudah lunas meski tabungan terkuras hahaha. Tetep ya harus diutamakan pembayaran utang  karena menyangkut hajat hidup orang lain juga utang itu. Mudah-mudahan habis ini bisa mulai menyisihkan uang lagi untuk tabungan pendidikan anak, tabungan haji, tabungan pensiun. tabungan jalan-jalan, tabungan akhirat terutama hehe aamiin....

2 comments:

  1. Lumayan juga ya selisihnya,Mbak. Istri saya juga punya asuransi di Bumiputera tapi yang biasa, dulu dibikinin ortunya pas masih kecil. Nunggu pencairan lama banget, udah setahun. Apa karena beda manajemen ya? Memang bebas utang tuh wajib

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah mba. Aku juga mau mengajukan penutupan polis asuransi pendidkan anakku di axa mandiri sih mba. Selisih Rp 2 juta insyaAllah dibalas rejeki lebih ya mba

    ReplyDelete