Sabtu, 22 Juli 2017

Mengenal Lebih Dekat WR.Soepratman Lewat Film WAGE

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku...
Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku....
Semua pasti sudah tahu kan penggalan lirik di atas, hapal lagunya. Tapi tahukah kamu tentang penciptanya.

Jujur selama ini saya hanya tahu lagu kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh WR. Soepratman. Mengenai bagiamana kehidupannya blas saya ngga tahu. Saya juga lupa-lupa ingat jaman dulu waktu sekolah apakah itu sempat diceritakan oleh guru. Karena yaa jujur lagi nih ya, dulu saya bukanlah pencinta pelajaran sejarah. Saya menganggap pelajaran sejarah itu menyusahkan karena harus menghapal nama, tahun, tempat, dan segala macam kejadian. Ketika guru memberi tahu besok akan ujian, saya belajar, menghapal, setelah itu, lupa...

Selepas sekolah justru saya mulai tertarik belajar sejarah. Saya suka membaca biografi tokoh, kadang lewat buku, kadang juga browsing di internet, atau lewat film. Menyimak sejarah ternyata menyenangkan, apalagi tanpa beban akan diujiankan haha.

Makanya saya menyambut gembira ketika tahu ada film biopic sosok pahlawan yang akan digarap dan tayang di bioskop. Judul film itu WAGE.



Kamu tahu kan siapa itu WAGE. Wage merupakan nama depan dari Wage Rudolf Supratman. Pahlawan nasional pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang berasal desa Samongari Purworejo Jawa Tengah.

Hari Jumat kemarin, saya dan beberapa teman blogger juga wartawan menghadiri acara press con film WAGE sekaligus syukuran untuk syuting perdananya di Kota Lama Semarang. Hah Kota Lama Semarang? Kota tempat saya tinggal ini akan dijadikan tempat syuting?? Tentu ini juga menjadi daya tarik tersendiri dari film ini bagi saya.

Saya sempat bertanya kenapa Semarang yang dipilih untuk lokasi syuting, bukankah ada kota lain yang memiliki kawasan kota tua juga, Jakarta misalnya. 

Sutradara sekaligus produser film WAGE, John De Rantau mengatakan Kota Lama Semarang diangggap tempat yang tepat untuk syuting karena bangunan tuanya masih belum terlalu banyak perubahan, selain itu kota Semarang juga dekat dengan lokasi syuting lainnya di Jawa Tengah yaitu Magelang, Klaten, Jogja, Solo, dan Kalidadadp Purworejo.

Dalam acara kemarin juga hadir para pemain film WAGE yaitu Rendra, Annisa Putri Ayudya, Teuku Rifnu WIkana, Oim Ibrahim, Ferry Sofyan, beserta acting coach Azuzan JG dosen IKJ Teater yang menetap di Belanda.

Film WAGE ini menceritakan tentang Wage kecil yang berusia 10 tahun sampai berusia 35 tahun. Mengisahkan tentang sosok WAGE yang tidak banyak diketahui orang. Salah satunya, tentang Wage yang kita kenal hanya sebagai pencipta lagu kebangasaan ternyata juga seorang novelis. Wage juga seorang rockstar, pintar menari tap dance, dan pintar bermain musik.

Rendra yang memerankan sosok WAGE mengatakan melakukan riset pribadi untuk film ini. Ia banyak berlatih dengan berdialog dengan diri sendiri, bahkan belajar piano dan belajar tap dance untuk lebih menjiwai peran WAGE.

Foto dulu dengan pemeran Wage dan Rukiyem

Sementara Putri Ayudya memerankan sosok Rukiyem, kakak Wage yang menikah dengan orang Belanda. Semenjak ibu mereka meninggal, Wage tinggal dengan Rukiyem.

"Nama kakaknya Rukiyem, nama adiknya kenapa ada Rudolf -nya ya?" bisik saya ke Dedew.

"Nama Wage itu berasal dari bahasa Jawa, merupakan nama hari di Jawa. Sementara Rudolf itu nama yang sengaja disematkan, karena Wage disekolahkan di sekolah Belanda di Makassar." kata kak Arul, sang kritikus film, penggagas KOPI (Komunitas Pesona Indonesia), sekaligus pimpinan press con hari itu.


Pemotongan tumpeng oleh sutradara film WAGE diberikan kepada penulis naskah

Semoga film ini dapat membuat kita lebih mengenal sosok WR.Soepratman, mengerti sejarah, menghargai jasa para Pahlawan, dan bisa menjadi bagian dari literasi bangsa. Tiap kali mendengar atau mengumandangkan lagu Indonesia Raya membuat kita akan selalu mengingat WAGE sebagai penciptanya.

Tunggu kehadiran Film WAGE di bioskop  pada hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2017.


9 komentar:

  1. Gak sabar film nya rilis ya, penasaran dengan tap dance ala Rendra, hahahaa

    BalasHapus
  2. Yang jadi suami rukiyem yang pakai kacamat item itu bukan mbak mi, wah aku pun baru tau bahwa wage seorang novelis dan suka dance 😊

    BalasHapus
  3. Iyaa, penasaran kisah hidup Wage, Insya Allah nonton. Eh ternyata beliau meninggal muda ya :(

    BalasHapus
  4. akhirnya ada film sejarah baru lagi nih, jadi penasaran gimana ceritanya kehidupan bapak W.G. Supratman sampe mau membuat lagu nasional Indonesia raya

    BalasHapus
  5. Aku juga nggak pernah diceritain tentang Wage. Tahunya cuma bapak W.R Supratman yang menciptakan lagu kebangsaan kebanggaan kita itu. Bikin penasaran yaaa

    BalasHapus
  6. Makin penasaran nih sama film nya Mbak Rahmi. Musti nunggu sampai Oktober yah...

    BalasHapus
  7. Lagunya ssering kita nyanyikan setiap senin pagi saat di bangku sekolah... tetapi banyak sekali yang belum mengenal siapa sih WR. Supratman... pahlawan yang kadang terlupakan

    BalasHapus
  8. Nti kalo tayang harus nonton nih filmnya Wage

    BalasHapus
  9. Suka banget film dengan genre sejarah dan biografi seperti ini. Semoga pas tayang, bisa ikutan nonton aah.. :)

    BalasHapus