Membeli Rumah Jadi atau Membangun Rumah Sendiri?

Membeli rumah jadi atau membangun rumah sendiri (membayar tukang tentunya yaa)? Mana yang kamu pilih? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sih menurut saya.

Kalau kata ibu mertua saya, lebih baiknya sih beli rumah jadi. Menurut beliau membangun rumah sendiri akan menghabiskan lebih banyak dana. Belum lagi waktu, tenaga, dan pikiran yang kita curahkan selama proses pembangunan rumah berlangsung.

Beda jika kita menyerahkan sepenuhnya pada developer, paling sesekali saja kita meninjau rumah yang sedang dibangun.

Memang sih dari segi kepraktisan dan biaya akan lebih mudah jika kita membutuhkan rumah langsung saja mencari rumah dijual. Tinggal pilih lokasi dan bujet yang sesuai.

Salah satu contoh rumah idaman

Akan tetapi seringkali kita punya model rumah idaman sendiri kan.

Membeli rumah jadi maupun membangun rumah sendiri. Saya sudah pernah menjalani semuanya. Terutama waktu bangun rumah Papa di Kudus yang mana renovasi lumayan besar-besaran. Dan rumah aslinya waktu itu juga kecil jadi enambahan bangunan lumayan banyak.

Papa menyerahkan semua sama anak-anak. Mulai dari desain, kami anak-anak Papa yang sibuk cari referensi sana-sini, Papa cuma diminta persetujuan aja, Papa sih kebanyakan oke-oke sja. Membeli bahan bangunan pun demikian. Warna keramik, kloset, pintu kamar mandi, semua diserahkan sama anak-anaknya. Papa tinggal ngasih duit aja. Sampai seorang pembeli di toko bangunan heran loh. Anak gadis pergi cuma berdua aja ke toko bangunan, borong keramik, dll. Biasanya yang melakukan itu laki-laki kali ya. Ada juga penjaga toko yang under estimate, pas kami tanya-tanya di sana mereka kaya ogah-ogahan menjawab. Salah satu berbisik sama temannya, “Halah paling cuma takon-takon tok!” Mereka ngga tahu saat itu saya bawa uang jutaan di tas, kalau harga dan barang cocok, mereka juga ngga kurang ajar kaya gitu, uang jutaan itu pasti sudah berpindah ke tangan mereka.

Memang sih menguras energi banget membangun rumah dari awal. Prosesnya bisa lebih lama. Dimulai dari cari tanah kapling dulu, sayang juga kan kalo rumah udah jadi bangunan masih kokoh dihancurkan demi menyesuaikan dengan model yang diinginkan. Setelah itu masih harus cari tukang lagi, baru rumah dibangn.

Salah satu solusi jika kita ngga ingin terlalu ribet saat membangun rumah sendiri yaitu dengan mencari rumah dijual tapi desainnya boleh custom, alias menyesuaikan keinginan pembeli.

Beberapa waktu lalu saya datang ke sebuah developer yang katanya desain boleh diubah asalkan tampak depannya tidak beda jauh sama model rumah yang sudah ditentukan pihak developer. Jadi misal, konsepnya minimalis, tampak depan rumah kita juga harus tetap minimalis, desain dalam rumah bisa diubah sesuai keinginan. Tentu saja biaya nanti akan disesuaikan.

Bagaimana denganmu temans? Lebih memilih beli rumah jadi atau membangun rumah sendiri?

twitter: @rahmiaziza
IG       : @rahmi.aziza

Komentar

  1. Kalau saya uangnya buanyak pengen mbangun sendiri Mbak :)

    BalasHapus
  2. kalo aku sih pilih bangun rumah sendiri..bisa puas desain sesuai kemauan kita..

    BalasHapus
  3. Cieeeeh...ada y mau bangun rumah nih. ;)

    BalasHapus
  4. beli rumah jadi, trus pernah di bangun sendiri eh tapi pingin punya dari tanah gitu deh

    BalasHapus
  5. saya pernah menghitung, sebenarnya lebih murah jika kita membangun sendiri. tapi apa kita sempat :)

    BalasHapus
  6. Pengennya sih pengen punya rumah bangun sendiri. Banyakin halamannya biar bisa pelihara kelinci dan bikin pendopo buat kumpul2 :')

    BalasHapus
  7. kalo enak sih beli tanah terus bangun rumah sendiri hehe

    BalasHapus
  8. keduanya punya nilai plus sih, kalau rumah jadi kan kita bisa tinggal langsung dengan penghuni2 rumah yang juga baru.
    tapi aku lebih prefer untuk beli kedua nya :D

    BalasHapus
  9. menurutku sih beli rumah developer untuk ditinggali, terus beli tanah untuk dijadikan aset nanti

    BalasHapus

Posting Komentar