Sabtu, 29 Desember 2012

Pureit, Solusi Aman Air Siap Minum

Beberapa hari lalu, waktu mampir ke ATM pom bensin, dari dalam mobil saya lihat ada kran yang sedikit terbuka. Jadi airnya masih menetes dan terbuang percuma. Rasanya pengen langsung lari ke sana dan menutup rapat-rapat si kran. Tapi berhubung Thifa lagi tidur di pangkuan jadi sabar nungguin ayah balik dari ATM.

“Yah, setop!” kata saya menghentikan langkah ayah yang berjalan menuju mobil.

“Liat tuh ada keran nutupnya ngga rapet tolong dong dirapetin!” Ayah pun menutup kran itu sampai tak ada air menetes lagi.

Beberapa orang yang pernah melihat kebiasaan ini menganggap saya aneh. Ngapain juga, bukan rumah kamu ini, yang bayar tagihan juga bukan kamu kan.

Tak Bisa Hidup Tanpa Air

Cerita tadi sih belum seberapa. Jaman SMP dulu, saya bahkan pernah masuk rumah tetangga lewat jendela demi menutup kran bak mandinya yang terbuka (udah pernah juga saya ceritakan sekilas di blog saya yang lain).

Jadi ceritanya rumah itu memang belum dihuni. Mungkin pemiliknya pernah datang dan muter-muter kran waktu airnya tidak mengalir. Trus lupa mengembalikannya pada posisi semula. Walhasil ketika air mengalir membludaklah bak mandinya. Ngga tega ngelihat air terbuang sia-sia, ngga tega juga bayangin ekspresi si pemilik rumah ketika datang tagihan PAM. Rumahnya kosong, kok tagihan segini banyak?


Beberapa waktu setelah itu, saya kembali ke rumah itu, masuk lewat jendela itu lagi dengan membawa ember. Bukan buat matiin krannya, tapi buat ngambil air yang ada di bak sana untuk dipindahkan ke bak kamar mandi saya.


Ya saat itu kami sekeluarga lagi krisis air. Maaf Pak pemilik rumah bukan bermaksud mencuri, tapi daripada ngga kepake malah jadi sarang nyamuk trus sekomplek kena demam berdarah dan akhirnya bapak yang disalahkan mending saya manfaatkan #alesan.

Kali kedua saya mengalami krisis air saat kuliah. Sumurnya ibu kos kering. Pantesan mesin air udah dinyalain lama tapi ngga penuh-penuh. Saat itu bak mandi juga isinya tinggal sedikit, dan gawatnya lagi saya lagi "dapet". Aduuh rasanya ngga enak banget. Saya dan teman-teman sampe harus ke mall untuk buang air kecil dan ganti pembalut.


Pas hujan turun, saya pun tidak menyia-nyiakan momen itu. Segera ambil ember dan menampung airnya (padahal kalo mau praktis bisa langsung mandi di bawah hujan ya, keramas, sabunan, dan gosok gigi).


Begitulah kita tidak bisa hidup tanpa air. Jika kita masih dianugrahi air bersih yang melimpah bersyukurlah. Manfaatkan sebaik-baiknya, gunakan seperlunya, dan jangan sampai mebuangnya percuma.

Di luar sana masih banyak orang yang kesulitan mendapatkan air bersih. Ada yang harus jalan kaki berkilo-kilo meter jauhnya atau sabar dalam antrian yang cukup panjang. Bahkan ada yang nekat menggunakan air sungai untuk keperluan minum, mandi, dan mencuci. Mending kalo sungainya bersih ya. Kalo ngga kan tubuh bisa rentan dengan berbagai macam penyakit. Oh ya satu lagi ada juga yang harus masuk rumah tetangga lewat jendela. Tragis!

ngantri air bersih, gambar dari sini
mandi dan mencuci di sungai, gambar dari sini
Sebagian Air Kita Tercemar!

Dari Wikipedia saya baca, meskipun air meliputi 70% permukaan bumi ( jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik) tapi ternyata hanya sebagian kecil yang benar-benar bisa dimanfaatkan, yaitu hanya sekitar 0,003%. Sebagian besar air  kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Sementara 3% sisanya yang ada, sekitar 87 persennya, tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah. Nah dari 0,003% dibagi sejumlah umat manusia di dunia. Mudah-mudahan kita masih kebagian ya. Aamiin.

Yang menjadi masalah tambahan, sejumlah kecil air yang bisa dimanfaatkan itu ternyata sebagian sudah tercemar. Bukan hanya dari industri tapi ternyata limbah rumah tangga yang kita hasilkan juga turut menyumbang polusi air

pencemaran air, gambar dari sini
Lantas bagaimana cara mencegah atau meminimalisir pencemaran air? Berikut cara sederhana yang bisa kita lakukan.
Ø    Gunakan air dengan bijaksana. Usahakan menggunakan kembali air yang sudah terpakai. Misal habis nyuci pakaian, airnya jangan langsung dibuang, bisa buat nyuci kain lap. Air bekas mencuci beras atau sayuran bisa dibuat menyiram tanaman, dsb.
Ø     Menggunakan air PAM. Banyak orang yang memilih menggunakan sumur bor supaya tidak kesulitan mendapatkan air bersih. Kalo butuh tinggal idupin mesin air  kapan aja bisa. Padahal, penyerapan air tanah secara berlebihan dapat merusak keseimbangan alam. 
Ø  Kurangi penggunaan deterjen. Pilihlah deterjen yang paling ramah lingkungan. Senyawa dalam deterjen terbukti berpengaruh buruk bagi lingkungan apalagi kalau digunakan secara berlebihan.
Ø    Kurangi penggunaan obat nyamuk dan pembasmi serangga. Karena zat kimia yang kita semprotkan akan tersimpan di dalam tanah dan memberikan reaksi kimia yang mencemari lingkungan.
Ø   Kurangi penggunaan bahan yang sulit terurai. Bahan yang sulit terurai seperti plastik dan stereofoam dapat turut menyumbang pencemaran terutama jika barang-barang tersebut ada di saluran air.
Ø    Kelola sampah rumah tangga dengan baik. Pisahkan anatar sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa kita olah menjadi pupuk. Sementara sampah anorganik bisa kita terapkan sistem 3R. Reduce, Reuse, Recycle.
Ø   Menanam Pohon. Pohon dan tanaman hijau berpengaruh dalam mencegah pencemaran lingkungan, baik udara, tanah, maupun air  Polusi udara berkurang berefek pada bersihnhya atmosfer dan air hujan tidak tercemar. Tumbuhan juga membantu penyerapan air tanah melalui rongga mikro yang dibentuk akar.
Ø Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Asap knalpot merupakan pollutan utama yang mengkontaminsai udara. Udara yang kotor secara tidak langsung akan mempengaruhi kebersihan air.

Kriteria Air Bersih, Sehat, dan Layak Konsumsi

baby thifa
air sumber kehidupan. Kita memerlukan air untuk minum, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. 

Kebutuhan konsumsi adalah kebutuhan kita akan air yang paling vital. Sebagaimana kita tahu mengkonsumsi cukup air putih sangat penting bagi tubuh. Air putih ternyata dapat mendorong kinerja dasar tubuh. Semua sistem dalam tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik.

Air yang kita konsumsi harus jernih, tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau. Selain itu, tidak boleh mengandung unsur-unsur berbahaya dan beracun seperti logam berat, senyawa hidrokarbon, dan deterjen. Juga tidak  boleh mengandung mikroba khususnya bakteri koli.

Ada beberapa cara yang biasa dilakukan orang untuk mendapatkan air bersih. Pertama memasak air kran sampai mendidih. Cara ini bisa dibilang cukup merepotkan karena setiap saat kita harus memasak air, menunggunya matang kemudian didinginkan untuk bisa meminumnya. Belum lagi menggunakan gas yang tidak sedikit.


Di kompleks perumahan saya bahkan, tidak ada yang melakukan metode ini. Menurut warga, air PAM di sini terlalu banyak mengandung zat kapur sehingga mereka ragu-ragu untuk mengkonsumsinya. Akhirnya memilih opsi kedua yaitu membeli air galon.

Bagi yang punya dana lebih memilih air galon merek terkenal yang harganya mahal, diatas Rp.10.000. Tapi karena berat di harga, lebih banyak yang kemudian menggunakan air isi ulang murah yang harganya sekitar Rp.3000,-

Permasalahannya adalah, sekarang cukup ramai diberitakan, kalo ternyata beberapa dari air isi ulang murah itu tidak melalui proses sterilisasi standar. Di Medan misalnya, 10 dari 35 depot isi ulang yang sudah diteliti ternyata diduga diduga terkontaminasi bakteri E-Coli. (waspada.co.id).

Karena kekhawatiran ini ada yang kemudian tetap memasak sampai mendidih air isi ulang tersebut. Wah kalo gini dana yang dikeluarkan jadi dobel, buat air isi ulang dan buat beli gas.

Solusinya: Pureit

Pureit  adalah produk terkini Unilever berupa Water Purifier (penjernih air). Caranya sangat praktis tanpa memerlukan listrik atau gas. Pureit bekerja dengan 4-tahap pemurnian air “Teknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus.

Tuangkan saja air mentah baik itu air tanah atau PAM yang biasa digunakan sehari-hari, dan inilah cara kerjanya:



Keuntungan Menggunakan Pureit

Pureit sudah memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection Agency (EPA), Amerika Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya. Kinerja Pureit juga telah diuji oleh lembaga ilmu pengetahuan dan institusi kesehatan terkemuka di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Selain itu, secara ekonomis, Pureit juga lebih menguntungkan dan menghemat biaya dibanding bila harus memasak air atau menggunakan air galon. Berikut gambaran perbandingannya.

1. Keunggulan Pureit dibanding Memasak Air: lebih praktis, mampu menghilangkan polutan dalam airyang tidak bisa dilakukan hanya dengan memasak air, hemat gas.

2.Keunggulan Pureit dibanding air galon: tidak perlu kuatir kehabisan air  tidak ragu akan kualitas sumber air, tidak ragu dengan proses pemurniannya, tidak repot dalam penyediaannya(tinggal tuang).

3.Keunggulan Pureit secara ekonomis: Jika dipukul rata harga air pergalon 10.000 (19 liter). Bandingkan jika menggunakan Pureit. Modal awal untuk membeli produk ini hanya Rp.550.000 yang bisa dipakai seumur hidup. Part yang harus diganti secara berkala hanya GermKill Kit (perangkat pembunuh kuman) seharga 150.000 setiap penggunaan 1.500 liter atau hampir setara dengan 80 galon yang artinya senilai Rp800.000,-

Pureit juga mempunyai jaminan perlindungan tambahan yaitu:

Perlindungan 1 – Pureit Germkill Life Indicator
Pureit memiliki Indikator unik, yang akan memberitahu beberapa hari sebelumnya saat harus mengganti 'Germkill Kit’
Perlindungan 2 – Mekanisme Penghentian Otomatis
Jika ‘Germkill Kit’ tidak diganti pada waktunya, Pureit secara otomatis akan menghentikan aliran air sampai penggantian dilakukan. Mekanisme Penghentian Otomatis Pureit akan menghentikan airsehingga air akan meluap dari Germkill Life Indicator. Ini akan menjamin kita selalu meminum air yang aman.

Pilih Pureit

Kalo melihat keunggulannya yang segambreng itu sudah tepat rasanya kita memilh Pureit sebagai solusi aman air siap minum. Aman di tubuh, aman di kantong.

Kita mungkin bisa menghemat air untuk mandi atau mencuci. Tapi tidak untuk air minum. Namun setidaknya kita bisa menghemat dana yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya kan?!

bisa pilih warna loooh
referensi: http://www.pureitwater.com, waspada.co.id, anneahira.com, wikipedia

Tulisan ini diikutkan dalam lomba Pure It

15 komentar:

  1. heumm bagus ya,blm punya nih jd pgn beli..lbh hemat jg g beli air galon :D
    sukses mbk :D

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. masih ada peserta yang lebih panjang maak :D

      Hapus
  3. Investasi untuk kesehatan itu lebih penting dan berharga dari pada kita harus mengobati akibat dampak akibat prilaku kecerobohan ya Mba.

    Sukses selalu
    Salan Wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, mencegah lebih baik drpada mngobati :)

      Sukses juga untuk blog Ejawantah :)

      Hapus
  4. mba rahmi....aku sudah buka tulisan ini tadi, sekarang aku menapak tilasi lagi... siiip, sukses ya

    BalasHapus
  5. Aseek si Mak ngontes lagih..

    Ulasannya mantabs..
    Di pikir2 iya juga sih, kadang beli air isi ulang, yang lebih murah,#tetep emak2 itungan..xixixi..

    MAkasih MAk Tulisannya

    Selamat mengontes..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo teh ngontes lagi... skrg tambah sibuk ya teh :)

      Hapus
  6. keren mba...pengen bisa ikutan kontes blog. saya pemula banget nih...blognya belum ada apa2nya...:-) btw, kalimat pertama, agak bingung bacanya mba...beberapa hari, lalu dst...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe salah naro tanda baca mba, thanks koreksinya

      Hapus
  7. Wuidih, lengkap Mba Rahmi, semoga menang ya kontesnyaa... :)

    BalasHapus
  8. saya barusan beli sudah saya kuras berkali2 (di petunjuk suruh 3x) tapi kok airnya terasa kaporit ya. Oiya yang saya masukan pure it bukan air sumur atau pam tapi justru aqua. utk penghati2 karena ada kejadian yg membuat sy ragu dengan aqua galon, lalu beli pure it ini.
    Tapi kok ya tadi: ada rasa kaporit, kalau bau gak ada.
    Saya lalu mikir mungkinkah rasa itu dari grimkill berbahan kaporit itu yang sedikit demi sedikit larut di airnya (terbukti dia akan habis kan setelah 80 galon pemakaian).
    Bagaimana ya?

    BalasHapus