Akhir Oktober kemarin saya nemenin Ibu jenguk Bude di Medan. Karena kondisi Ibu sudah sulit kalau jalan terlalu jauh, maka kami berencana nanti kalau di bandara pakai kursi roda.
Saya cukup mikir nih, gimana nanti saya bisa dorong kursi roda sementara pasti ada tas yang harus dibawa juga.
Antisipasi satu, kami meringkas bawaan. Pakaian Ibu dan saya dijadikan satu dikoper seret. Tentengan juga harus seminimal mungkin biar nggak riweh. Saya sampai simulasi loh, dorong kursi roda sambil bawa koper wkwkw. Tapi rupanya, setelah sampai bandara, kursi roda itu nggak perlu kita dorong sendiri, karena ada petugas khusus yang dorongin, Mulai dari masuk pemeriksaan (setelah cek in) lalu naik pesawat, sampai nanti turun dari pesawat juga dijemput lagi pakai kursi roda.


