Kamis, 07 September 2017

Iluminasi, Novel Fantasi Karya Remaja Homeschooler

Assalamualaikum... halo... udah baca buku apa hari ini?

Jujur sejujur-jujurnya, saya ini bukan orang yang hobbi baca buku. Saya pemilih banget dalam hal baca buku. Biasanya yang saya baca buku-buku bergenre komedi, sesekali yang romance, sesekali genre lainnya. Dibanding buku saya lebih suka baca komik. Mungkin karena bergambar saya merasa lebih fun, lebih ringan aja gitu menikmatinya.

Saya juga orang yang jarang beli buku. Hanya buku-buku favorit yang biasanya saya beli, ya itu tadi buku komedi, buku Raditya Dika punya beberapa, Anak Kos Dodol, Cado-cado, Cenat-cenut reporter. Ya buku-buku yang model gitu yang saya suka. Saya bisa selesai sehari membaca buku komedi, tapi kalo genre lain, jarang banget bisa khatam dalam waktu dekat. Bahkan ada yang udah bertahun-tahun ngga selesai, bacanya lompat-lompat, mau lanjutin baca lupa cerita awal kayak gimana, baca dari awal lagi deh akhirnya ngga selesai-selesai ^^'



Beberapa waktu lalu, temen saya di grup Home Schooling Muslim Nusantara (HSMN) Semarang, ibu Meydiana woro-woro kalo anaknya baru saja menerbitkan buku. Judulnya ILUMINASI genrenya fantasi remaja. Bukan genre favorit saya tapi saya tertarik dan penasaran banget sama buku ini.


Pertama, karena penulisnya. Novel fantasi remaja berjudul Iluminasi ini merupakan karya Alifia Aflatus Zahra, seorang remaja homeschooler berusia 14 tahun. Sebelum menerbitkan buku ini, karya Alifia juga sudah terbit pada dua buku antologi.

Saya penasaran, bagaimana sih seorang remaja bisa menulis cerita tentang ilumniasi yang menurut saya cukup berat temanya. Jaman seusia Alifia dulu saya juga sudah bercita-cita sebagai penulis tapi cuma berani nulis hal-hal sederhana macam persahabatan, cinta, ya yang mainstream gitu lah, itupun belum ada yang nyantol ke media, huahahaa. Selain itu covernya juga cukup menarik dan kata-kata bu Meydiana, ini cerita misteri tapi ngga ada tentang hantu-hantunya bikin saya tambah penasaran kaya apa sih ceritanya.

Tapi begitu buku ini sampai di tangan saya, seperti biasa, saya ngga langsung membaca. Kadang baca selembar dua lembar trus besoknya lupa mau lanjutin hahaha, akhirnya baru khatam setelah agak lama ngendon di rumah. Ya seperti yang saya bilang di awal tadi saya jarang bisa menyelesaikan membaca dengan cepat kalo genrenya bukan komedi.

Novel Iluminasi ini menceritakan tentang Zara yang terpilih sebagai salah satu peserta akademi sejarah bersama 49 anak muda lainnya seama hari. Zara sangat mencintai sejarah makanya dia antusias sekali dengan acara ini. Akan tetapi sedikit demi sedikit ia mulai menemui keanehan, dimulai dari kejanggalan apa yang disampaikan mentor-mentor juga berbagai simbol yang ada di tempat berlangsungnya acara. Zara merasa telah masuk dalam perangkap sebuah perkumpulan rahasia.

Bagaimana Zara melalui ini, apakah ia dan teman-temannya akan selamat? Baca aja sendiri novelnya yah bisa dibeli di Gramedia atau di toko buku online seperti Bukabuku.com harganya Rp.42.000,-

Menurut saya, Alifia punya gaya penceritaan yang asik. Membaca ini mengingatkan saya dengan serial Ghost Bumps. Ya ada sedikit kemiripan dari segi gaya berceritanya. Yang hebat, Alifia menuliskan cerita ini bukan hanya berdasarkan imajinasi atau khayalan tingkat tinggi saja, kaya saya kalo bikin cerita fiksi hihii. Tapi juga dengan pendalaman materi terutama mengenai sejarah dan kepercayaan Mesir kuno. Jadi ceritanya tidak berkesan mengada-ada.



Membaca novel ini membuat saya jadi penasaran pengen tau lebih dalam tentang iluminasi. Istilah ini memang sudah lama saya dengar tapi saya tidak begitu paham tentang makna dan kebenarannya. Menurut yang saya baca dari internet, Illuminati adalah kelompok persaudaraan rahasia yang sangat tertutup. Illuminati berasal dari bahasa latin illuminatus yang berarti tercerahkan, adalah nama yang diberikan kepada organisasi persaudaraan rahasia kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang yang bertujuan menguasai dunia dan menghapus semua agama yang ada, meskipun tidak ditemukan bukti-bukti nyata tentang keberadaan organisasi persaudaraan ini. (Ust. Bachtiar Natzir, Republika: 2012). Naudzubillahimindzalik, wallohua'lam bishshowab. Semoga semakin dikuatkan keimanan dan aqidah kita ya, aamiin.

Sukses terus ya Alifia untuk karya-karyanya, semoga makin menginspirasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dan maaf tante lamaa banget baru nulis tentang buku kamu di blog. Oya yang mau kenalan dengan Alifia bisa follow IG nya yaa.. @afflatuszhr

19 komentar:

  1. PEnasaran nih sama ceritanya Mbk, Spoiler banget loh, hheee
    Covernya juga bagus, Ketce sekali euy 14 tahun udah nerbitin buku hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha makanya aku paling takut bikin review buku takut dibilang spoiler, padahal yg kutulis juga ada di bagian belakang buku loh hahaha

      Hapus
    2. Edit dikit deh biar berkurang spoilernya hahaha

      Hapus
  2. mantap, ada penulis cilik, tulisannya pasti menggoda imajinasi untuk dibaca ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bikin penasaran gimana sih tulisan anak 14 tahun ternyata udah cukup matang dan apik.

      Hapus
    2. waah pantas umur segitu, imajinasinya yang liar tersalurkan melalui tulisan. ceritanya pasti menggoda untuk direview

      Hapus
  3. Illuminati, menunggu Mata satu datang, dadjal.

    BalasHapus
  4. aku belum kesampaian bikin buku sendiri nih.. tapi buku apa ya enaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Travel Ded tapi yang ada lucu2 nyaa

      Hapus
  5. Mau kerjai kak Rahmi ah, mau komen pake logat Makassar moga-moga dia masih ingat hihihiw.

    Deh kerennya mi Alifia baru 14 tahun umurnya na bisa mi bikin novel. Waktuku umur 14 tahun apa kubikin saya di'? Paling bolak-balek warnet main MiRc hahaha. Btw lamaku mi juga nda baca novel, Kak. Novel terakhir yang kubaca serial Dilan, gara-gara kebanyakan main socmed mi ini jadi jarang mi jalan-jalan ke Gramedia. Itu juga kalau ke Gramedia jarang ji beli buku paling baca sinopsis ji di belakangnya atau baca novel yang sudah terbuka duluan mi hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dee kalo logat2 pastimi masih kuingat Tyar, secara 6 tahunan ka' di Makassar. Jangankan logat, huruf lontara juga kayaknya masih hapal deh. Asal jangan bahasa Bugis Makassar, ndak kutau kalo itu.

      Irit mentong ko ini di, numpang baca ji di Gramed. Kalo saya nerbitkan buku lagi awas ko itu kalo cuma baca ji ndak beli :p

      Hapus
    2. Hahaha mau ka' komentar pake bahasa Makassar tapi keyboardku nda ada huruf Lontara'nya bela.

      Okeh, kak terbitkan mki buki lagi nanti ke gramed ka' numpang baca gratis *dikandatto'

      Oke fix nanti kalau ketemu kak rahmi pake logat Makassar saja, capek ka' logat-logat jakarta gang kalo ngumpul terlipat lidahku kodong.

      Hapus
    3. Wahahaha *ngikik* itu si Dedew juga bisa ji kayaknya diajak logat Makassar, ibunya orang Sulawesi ji juga, Bone atau Bugis lupa ka. Trus pernah tinggal juga di Makassar.

      Hapus
  6. Novel dgn kode dan simbol jd ingat buku2nya Dan Brown jd penasaran nih pengenbaca

    BalasHapus
  7. wah aku baru tahu, mudah mudahan punya kesempatan buat baca baca nih

    BalasHapus
  8. kayaknya aku pernah baca di gramedia dech,,

    BalasHapus
  9. Wah aku dulu juga penasaran sama anak2
    Remaja yang mengikuti arus iluminasi.

    So far, keren ya penulisnya, novel yg pemikirannya out of the box.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengikuti arus iluminasi? Kaya apa itu mbaa? Syereeem...

      Hapus