Sabtu, 01 Oktober 2016

Belajar Bahasa Inggris dengan Mudah,Cepat, dan Menyenangkan di Desa Bahasa Borobudur



Halo temans, pas sekolah dulu punya pelajaran favorit dan pelajaran yang ditakuti? Saya ada. Pelajaran favorit saya bahasa Indonesia. Kenapa saya suka bahasa Indonesia? Karena saya fasih berbahasa Indonesia hihihi dan satu lagi di pelajaran bahasa Indonesia suka disuruh membaca dengan suara keras, terus biasanya ada praktek main drama, baca puisi, ya sebangsa-bangsa gitu yang saya suka banget.

Kalau pelajaran yang saya takutin ada dua. Bahasa Inggris dan komputer. Entah kenapa tiap mau masuk pelajaran itu saya suka tetiba mules dan keringat dingin. Padahal gurunya baik, kami pun akrab. Apalagi guru komputer pas SMA tuh kalo di luar pelajaran saya suka minta traktir dan beneran ditraktir hihi.

Anehnya, saya itu sering dianggep bisa bahasa Inggris. Demi apa cobak saya yang nervous english ini ditunjuk sama guru untuk mewakili sekolah lomba pidato bahasa Inggris. OMG!!! Tapi saya paling pantang menolak sih, apalagi kalau udah ditunjuk gitu, berarti mereka percaya, dan kepercayaan itu harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya, ehem.

Saya belajar bahasa Inggris sudah sejak SMP lanjut SMA. Pas kuliah juga ada mata kuliah bahasa Inggris, Writing, listening, dan speaking. Tahu-tahun terakhir kuliah masih ikut pulak les bahasa Inggris selama setahun. Yang ini sih niat utama emang bukan belajar bahasa Inggris tapi cari jodoh. Les English hanya kedok hahaha. Lalu bahasa Inggrisnya sekarang gimana? Sama aja, masih kacau balau. Ya gimana ga pernah praktek sih. Katanya kuncinya kalo mau jago bahasa Inggis itu, pede dan praktek.

Makanya saya tertarik banget waktu Pak Hani founder desa bahasa borobudur melaunching buku "6 Hari Cas Cis Cus bahasa Inggris ala desa bahasa.  hari? Ah tenane? Saya yang enam tahun lebih belajar bahasa Inggris aja masih gagap, ini kok 6 hari. Kaya apa sih programnya?

Tambah happy lagi waktu diumumkan bahwa IIDN dan Gandjel Rel akan piknik ke desa bahasa, yeayyy asyik nih bisa tahu langsung gimana sistem pembelajaran di sana. Ya siapa tahu cocok buat Thifa, buat emaknya juga ding.

Siap berangkaaat


Desa bahasa terletak di Parakan RT 02, RW 2 Ngargogondo, Magelang. Hanya berjarak sekitar 3km dari Candi Borobudur.

Begitu sampai di desa bahasa, kami langsung disambut musik angklung ala desa bahasa. Duuh berasa tamu kehormatan deh. Kami dipersilakan duduk dan dihidangkan beaneka ragam panganan, ada cenil, mendoan lengkap dengan kecap sambal, dan aneka klethikan.

ngobral-ngobrol, sambil nyemil

Setelah sambutan mas Tepe dari penerbit Indonesia Tera, sepata dua patah kata dari Dedew, perwakilan IIDN dan Gandjel Rel, Pak Hani founder berecerita tentang desa bahasa dan buku terbarunya "6Hari Casciscus bahasa Inggris ala Desa Bahasa"

Buku ini merupakan buku keenam Pak Hani yang sudah terbit. Buku lain yang sudah terbit yaitu “Vocabulary for Daily Conversation” (2012), “Pintar Jari Tenses : Cara Cepat dan Mudah Menguasai Bahasa Inggris dengan Jari Tangan” (2013), “Fun Vocabulary for Daily Conversation” (2014), “How to Master Vocabulary for Daily Conversation” (2015), “Cepat Kuasai Kosakata Bahasa Inggris Tanpa Banyak Mikir Ala Desa Bahasa Borobudur” (2016).

Ayo belajar bahasa Iggris, kiddos!

Desa bahasa dirintis sejak tahun 1998, memberikan pelatihan bahasa Inggris gratis untuk tujuh dusun sekitar, sampai sekarang. Sementara untuk orang di luar tujuh dusun tersebut berbayar. Tapi kata Mr.Hani, lebih sulit mengkoordinir peserta gratis daripada yang berbayar. Karena mereka tidak mengeluarkan biaya untuk kursus sehingga seringkali sulit berdisiplin.

Haha jadi ingat jaman saya niat mau kursus bahasa Inggris. Awalnya mau kursus yang bayarnya perdatang Tapi dasarnya saya males, saya ngga segera mulai les ditunda mulu. Akhirnya saya putuskan mau les bahasa Inggris yang bayar perpaket aja deh, biar saya semangat berangat, karena kepikiran, kalo ngga berangkat rugi kan udah bayar di muka hahaha.

Desa bahasa Borobudur sempat mati suri selama lima tahun, dan pada tahun 2011 dibangkitkan kembali dengan konsep yang baru.

Kemarin kami diajak berkeliling desa bahasa, salah satunya diajak menyaksikan bagaimana murid-murid desa bahasa berlatih bahasa Inggris.

Proses pembejaran bahsa Inggris. Fun banget, sambil nyanyi dan tepuk tangan.


Mereka belajar bahasa Inggris dengan tepukan, nyanyian, dan gerak tubuh sehinga terlihat sangat fun.

Saya pikir kami di sini hanya sebagai penonton eh ternyata selepas makan siang dengan menu spesial mangut beong dan kawan-kawannya serta sholat dhuhur kami diajak ikut praktek berlatih bahasa Inggris ala desa bahasa dibimbing oleh Mas Miftah.

Kami diajak menghapal beberapa kosa kata yang sering digunakan, kata ganti orang, dan 16 tensis hanya dalam waktu sekitar 30 menit saja.

Selepas itu kami diajak turun ke lapangan untuk game edukasi.

Di sini kami berlatih konsentrasi. "Kalau saya bilang elephant, anda bilang big," kata Mas Miftah. Tapi gesturenya berkebalikan, kami disuruh menjentikkan kelingking ke jempol yang artinya kecil. Kalau mas Miftah bilang ant, kami bilang small dengan gesture tangan membuka ke atas yang berarti besar.

Games ini berhasil kami lalui dengan cukup baik tapi kemudian...

"Sekarang opposite, alias berkebalikan." Jadi kalau Mas Miftah bilang elephant kita jawab small, dengan gestur tangan membentang ke atas.

Di sini kami mulai kewalahan. Otak kami mulai kesulitan mencerna. Kami??? Lu aja kaliii. Akhirnya banyak yang kena coretan lipstik karena salah menjalankan perintah. Termasuk saya.

Selepas bermain konsentrasi kami diajak olahraga nih diajak lomba lari pakai bakiak tandem, seruuu sekali belajr bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur.

Diajak belajar basa Inggris sambil olahraga.

Tidak terasa waktu sudah menjelang jam tiga sore, saatnya penutupan acara. Tak lupa kami foto bersama dan meminta tanda tangan Pak Hani di buku.

Bagi kamu yang pengen juga merasakanserunya belajar bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur, bisa kunjungi dulu www.desa-bahasa.com. Di situ lengkap informasi mengenai program-program yang ditawarkan. Aa program 6 hari, 10hari, dan lainnya. Yang asyiknya bergaransi loh. Kalo kita merasa kurang puas dengan hasilnya, bisa mengulang lagi GRATIS. Yang belajar di desa bahasa ini beragam, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan orang Jepang ada yang sampai belajar bahasa Inggris di sini!

Nah sekarang saya mau mendalami buku 6 Hari Cas Cis Cus English ala Desa Bahasa Dulu ya. Siapa tahu besok-besok bisa juga bikin blog post berbahasa Inggris di blog ini, mengekor salah satu temen bloggerku nih, Mak Uniek Kaswarganti yang punya satu blog khusus berbahasa Inggris di www.uniekkaswarganti.wordpress.com. Keren sangad lah.


17 komentar:

  1. Seruuuu bangettt.
    Mmg permainan gajah ,cacing itu biki puyeng...asli...huhu

    BalasHapus
  2. Seru banget ya mba, kmrn pingin banget ikut kesana tp ada halangan hehe..
    Metodenya keren, 6 hari langsung bisa cas cis cus bahasa inggris langsung praktek lebih efektif ☺

    BalasHapus
  3. Wih yakin keren nih pasti, di fotonya aja udah internasional community, kapan ya bisa ke desa bahasa, aku bljr bahasa cuma pernah ke pare aja

    BalasHapus
  4. yup kopdar bermanfaat yang menyenangkan sekali. Next time mau ikut, deh :)

    BalasHapus
  5. nyesel mboten sios nderek kulone.. saestuu :(

    BalasHapus
  6. Terima kasih atas partisipasi dan ceritanya yang asyik di sini mbak. Semoga ke depan kita bisa seru-seruan lagi, hahahahaha........Sukses selalu ya!

    BalasHapus
  7. Aku kemarin banyak salah waktu oposite, hihii

    BalasHapus
  8. Wuih seru banget mbak, suasananya hangat gitu yah

    BalasHapus
  9. mbak, buka cabang gak nih desa bahasa? pingin dalemin bahasa inggris banget

    BalasHapus
  10. Ramenyaaaa blogger cantik berkerudung biru. Belajar bhs Inggris memang harus sering praktik ya mbak. Blogger Jogja juga pernah ke Desa Bahasa itu tapi saya gagal berangkat karena anak nggak mau ditinggal. Ternyata boleh bawa anak thoh.

    BalasHapus
  11. Seru banget ya, belajar sambil bermain...

    BalasHapus
  12. ayooo semangaaat ya :)...semoga bisa menikmati serunya belajar bahasa asing :)

    BalasHapus
  13. Hihi emang seru yaa piknik kemarin, rumpi, ngemil, jalan-jalan sambil belajar bahasa Inggris, ajiib..

    BalasHapus
  14. jalan jalan sambil belajar bahasa inggris terasa menyenangkan, apalagi kalo di pelajarin nya dengan mudah pasti bkal ceoat bisa masuk ke otak.

    BalasHapus
  15. Enak ya kalo punya desa kayak gini di lingkungan rumah, gk perlu repo repot buat kasih pelajaran tambahan buat anak

    BalasHapus
  16. Pembelajaran dengan dukungan unsur monitori memang sangat membantu untuk pelajaran bahasa. Apalagi sering dilakukan di kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus