Selasa, 24 Mei 2016

Pentingnya Sarapan dengan Gizi Seimbang

Hari Sabtu 7 Mei kemarin, saya dan temen-temen Gandjel Rel menghadiri Blogger Gathering di Melilea Semarang. Di sana kami diedukasi tentang pentingnya sarapan.
Kenapa sarapan alias makan pagi itu penting?
  1. Pada saat tidur malam kita berpuasa cukup lama, sekitar 7-8 jam sehingga perlu sarapan untuk energi memulai aktivitas
  2. Orang yang tidak sarapan, biasanya akan kalap makan pada saat makan siang
  3. Orang yang rutin sarapan memiliki resiko gula darah 50% lebih rendah daripada yang tidak sarapan (Harvard University Research)
  4. Dengan sarapan kita bisa bertahan untuk tidak ngemil paling tidak sampai waktu makan siang tiba
Saya sendiri sudah membiasakan diri untuk sarapan pagi, karena sudah paham tentang pentingnya sarapan pagi ini. Tapi menunya????
Nah ini, pada blogger gathering kemarin akhirnya saya sadar bahwa menu sarapan kami selama ini lebih banyak yang tidak seimbang kandungan gizinya.
Kesalahan dalam penyajian menu sarapan antara lain:
  • Yang penting makan, perut terisi. Anak-anak cenderung pemilih dalam hal makanan. Pengennya makan ini, ngga mau makan itu. Sebagai emak kadang prinsipnya, udahlah yang penting perutnya terisi, terserah mau makan apaan juga. Kadang mintanya roti terus, kadang nasi sama kecap doang ngga mau pakai lauk.
  • Karbo lauk karbo. Pernah ngga makan nasi lauknya mie? Hayoo ngaku!!! Atau makan nasi lauknya kentang, berarti karbohidratnya dobel tuh. Vitamin sama proteinnya ngga ada dong.
  • Kalo belum makan nasi ya artinya belum makan. Bagi kebanyakan orang Indonesia makan itu harus nasi, , meski kita udah makan kentang goreng, roti, jagung, singkong, teteup ya habis itu harus makan nasi.
  • Teman nasi yang penting udah ada ikan atau ayam, ga pake sayur ga apalah. Ini sering banget terutama anak-anak. Kalo pas lagi ribet biasanya menu makan udah cukuplah nasi aja pakai telur rebus atau pakai nugget.
  • Lauk tadi malam yang dipanasi lagi. Tadi malam lauknya masih ada, digoreng lagi kalau ikan biar kriuk, untuk sayur dipanasi lagi. Sering begitu kan? Padahal makanan yang dipanasi kandungan gizinya sudah hilang loh bahkan cenderung beresiko mendatangkan penyakit.
Ada sebuah fakta mengejutkan yang menyebut bahwa 2/3 masyarakat mengalami kelebihan makronutrisi dan kekurangan mikronutrisi bahkan hanya memiliki phytonutrisi yang sangat minim.
Yang termasuk makronutrisi adalah karbohidrat, protein, lemak. Sementara itu yang termasuk mikronutrisi yaitu vitamin dan mineral. Dan yang termasuk phytonutrisi yaitu nutrisi yang hanya terdapat secara alami dalam tumbuhan.
Mangejutkan, tapi setelah menilik menu makan kita, akhirnya hanya bisa membenarkan. Iya ngga?
Padahal kelebihan makronutrisi dapat mengakibatkan terjadinya penyakit diabetes, darah tinggi, jantung koroner, kanker dan lain-lain.
Solusinya adalah WHOLE FOOD, dimana sumber MIKRONUTRISI dan PHYTONUTRISI TERBAIK didapat dengan mengkonsumsinya seperti saat makanan tersebut masih berada di alam. Dan cara terbaik mengkonsumsi WHOLE FOOD adalah menerapkan pola makan RAW FOOD.

Raw Food adalah makanan mentah dalam artian makanan yang tidak dimasak lebih dari 118 derajat Fahranheit (baik itu digoreng, direbus, microwave, dipanggang, dibakar atau dengan cara pemanasan lainnya) termasuk tidak diproses dengan cara tertentu (rawfoodindonesia.wordpress.com).
Tapi hati-hati yaa tidak semua raw food aman, karena pola pertanian konvensional masih banyak yang menggunakan berbagai bahan kimia seperti pestisida, hormon pertumbuhan, dan lainnya. Jadi kita harus pastikan kalau yang kita konsumsi adalah ORGANIC FOOD.
Nah yang termausk organic food ini klasifikasinya macam-macam, mulai bintang satu sampai lima. Bisa dilihat di pic bawah ini ya
MELILEA termasuk makanan fungsional organic BINTANG 5 di Asia dengan komposisi 24 jenis sayuran dan buah-buahan WHOLEFOOD dengan kondisi RAW FOOD.

Kelebihan lain dari Melilea adalah praktis, karena tinggal mix dan shake saja kita sudah mendapat asupan mikronutrisi dan phytonutrisi.
Kemarin saya langsung dafar jadi member Melilea biar dapat diskon kalau beli produknya. Apalagi waktu scan kulit kemarin ternyata kulit saya termasuk kering, kuang kadar airnya. Penyebabnya bisa jadi saya kurang minum dan mengkonsumsi sayur maupun buah.
Dan itu saya akui. Simpel sih ya sebenarnya minum air putih dan makan buah itu, tapi kok berat dilakukan ya. Kadang saya beli buah ya paling utama untuk anak-anak aja, emaknya ntar kalo ada sisa-sisa *pencitraan emak solehah nan baik hati* 
Kadang juga suka ngerasa ngga sempet, ngurus ini itu, sampe lupa, kadang saya bilang ke anak-anak kalo pas lagi rewel, "Ya Alloh nak, mamah itu loh sampe mau ambekan (bernapas) aja rasanya kok ngga sempet." Maksudnya bernapas dengan tenang gitu loh. Kalo ngga bernapas beneran, koit lah haha. Nah bernapas aja ngga sempet apalagi makan buah ya haha.
Jadi makanya saya pikir mungkin mengkonsumsi Melilea ini bisa membantu. Apalagi Melilea ini cocok buat anak-anak usia 6 bulan sampai lansia.
Bagaimana dengan menu sarapanmu temans, sudah sehatkah?

13 komentar:

  1. kalo aku sarapan yang ringan-ringan seperti buah atau roti, tapi kalo anak-anak sama suami tetep nasi, sayur, lauk. Yang pasti setiap pagi perut harus terisi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal jane enak buah yo, ora ndadak masak, praktis :p

      Hapus
  2. Aku pernah konsumsi melilea...rasanya pahit...tapi langsung kenyang. Biasanya agar nggak pahit aku campurkan dalam jus...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin itu di mix sama produk melilea yang lain, rasanya ngga pahit

      Hapus
  3. Betu banget, aku setuju emang yang namanya sarapan itu penting banget

    BalasHapus
  4. Ternyata penting juga ya mbak fungsi sarapan itu, selama ini saya ngga pernah sarapan karena tergesa-gesa keburu berangkat kerja. Saya juga kurang minum air putih dan buah, padahal kerjanya hampir selalu duduk :(

    Sarapan melilea sepertinya cukup memenuhi energi untuk aktifitas seharian dan menyehatkan juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Anjar, kesannya sepele ya makan buah dan banyak minum air putih tapi prakteknya susah juga

      Hapus
  5. sarapan...saya bangeeeett ituu dan haruuusss...
    makin clegukan lihat makanan ituuuhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku udah kebiasaan dari kecil harus sarapan sih

      Hapus
  6. Ini papaku juga ruin konsumsi melilea mbak, dan udh srg bgt nyuruh aku utk dftr jd membernya. Tapi selama ini slalu kalah ama keperluan lain :D enak ya rasanya? Jd penasaran juga soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuma 100 ribu kok mba member katanya belaku seumur hidup. Kalo emnag konsumsi produknya mending jadi member.

      Hapus
  7. Very nice info mba. Kalo saya yang namanya sarapan itu udah wajib. Paling banter roti sama teh manis, kadang kopi juga. Saya nggak mau sarapan makan sama lauk, kecuali nasi uduk atau nasgor, hehehe....

    Kalo nggak sereal sama susu ultra, hmmmmm mamamia Lezatos...

    BalasHapus
  8. Aku sarapan nasi biasanya, meski 3 sendok aja sudah cukup kok, kalo roti rasanya masih lapeerr terus haha.

    BalasHapus