Melawan Kanker

"Aku ngga mau masuk RS ah, takut, yang aku bayangin tempat tidur yang kupakai itu bekas orang meninggal hiiy."

Saya masih inget begitu yang dibilang salah satu teman saya yang sudah divonis mengidap kanker payudara. Dia memilih untuk berobat alternatif padahal stadium kankernya sudah lumayan tinggi.

Saya memotivasinya dengan kalimat-kalimat standar. Ngga usah takutlah, yang penting cepet sembuh, dll yang tetep membuatnya kekeuh tidak mau berobat ke dokter.

Hingga suatu hari saya dengar ia masuk rumah sakit. Katanya ada cairan keluar dari salah satu payudaranya. Ah akhirnya dia memberanikan diri juga.

Ternyata kanker payudara yang dideritanya sudah semakin parah Dia pun akhirnya pasrah menjalani kemoterapi. Rasa takutnya akan rumah sakit sudah berganti dengan rasa takutnya akan sakitnya itu sendiri. Dan beberapa bulan kemudian dia tiada...


Seringkali ketika mengingatnya, saya menyesal. Menyesal kenapa tidak lebih gigih memaksanya untuk ke pergi ke dokter. Saya ingat dia pernah bilang, kalo dia merasakan sakit dia lebih memilih untuk tidak ke dokter karena kalau dia ke dokter tahu akan penyakitnya dan ternyata parah, pasti akan membuatnya takut dan stres.

Padahal justru semakin cepat kita tahu akan penyakit kita semakin baik. Dalam hal melawan kanker payudara misalnya, sudah banyak yang mengkampanyekan SADARI (perikSA payuDAra SendiRI). Begitu merasa ada benjolan periksakan. Karena akan lebih mudah penangannya jika sakitnya belum terlanjur parah.

Ah seandainya sudah dari dulu saya ngeblog.. Sering juga saya berpikir begini, Setelah melihat bagaimana perjuangan teman-temen blogger yang juga survivor kanker. Mbak Indah, mbak Irma, dan Echa. Saya salut dengan ketiga orang ini. Bagaimana mereka melawan kanker dengan penuh rasa optimis. Dengan blog mereka berbagi cerita tentang sakitnya, bukan keluhan. Mereka justru memancarkan semangat hidup yang menyala-nyala dalam tiap blog post mereka. Memotivasi orang-orang yang mungkin mengalami hal yang sama seperti mereka, mengajak orang lain unuk hidup sehat, dan melawan kanker.

Ya seandainya dari dulu saya ngeblog, dari dulu saya mengenal mereka, dari dulu dari sebelum teman saya tiada. Alangkah inginnya saya mengenalkan teman saya ini pada mereka dan mengajaknya membaca blog post mereka. Mungkin ia tak akan takut pergi ke dokter. Sakitnya akan ditangani lebih dini. Yah paling tidak dengan adanya teman yang memotivasi, perjuangannya melawan kanker akan terasa lebih ringan.

Takdir memang tak ada yang biasa mengubah, tentang umur, semua sudah tercatat bahkan sebelum kita dilahirkan. Tapi setidaknya kita masih diberi keleluasaan untuk memilih bagaimana cara kita menjalani hidup bukan pasrah saja dengan keadaan. Mau terhindar dari kanker, mulai sekarang biasakan hidup sehat, jauhi makanan pemicu kanker. Itu juga yang selalu diingatkan Mba Indah tiap kali kami ngobrol-ngobrol di grup WA. Dan saya ingat banget teman saya yang ceritakan dalam postingan ini, makan mie instant saja ditambahin MSG, kurang gurih katanya. Padahal pernah saya baca kalo MSG itu salah satu bahan yang memicu kanker. Lakukan SADARI. Jangan abaikan keluhan-keluhan kecil yang mencurigakan segera konsultasikan ke dokter.

Semoga kita semua selalu sehat. Tapi kalaupun akhirnya sakit setelah mengupayakan untuk hidup sehat, yakinlah itu takdir yang harus dijalani. Terima dengan ikhlas, agar menjadi penggugur dosa-dosa. Aamiin... :)

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Giveaway Kampanya #finishthefight"

 #finishthefight #gopink #breastcancerawareness


Komentar

  1. Aku rutin jalani sadari sejak masih gadis, karena udah tahu kalo itu pemeriksaan yang murah dan bisa dilakukan di rumah, gratis tis tisss.

    Eh, udah dua kali aku ngajakin pembacaku melakukan sadari juga di blog, Mi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes mba pemeriksaan awal dilakukan sendiri dulu bisa ya. Udah ikutan GA mba Indah belum mba?

      Hapus
  2. Beberapa orang yg sy kenal jg 'pergi' karena kanker payudara Mbak. rata2 diketahui sdh stadium lanjut. Jd banyak refleksi supaya lbh jaga diri dan kesehatan.

    BalasHapus
  3. iya kesehatan emang udah paling penting ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tapi kalo pas sehat suka lupa

      Hapus
  4. Payudara sahabatku juga sudah diangkat. Waktu tahu, dia telpon aku & kami nangis bareng. Kalau temanku itu ada keturunan juga. Nenek, ibu & tantenya semua meninggal karena kanker. Sekarang temanku sehat, tp rajin kontrol & tegas soal makanan sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Alloh... mudah2an temen mak Lusi selalu sehat ya. Aamiin

      Hapus
  5. Semoga selalu sehat ya mak Aamiin

    BalasHapus
  6. Mbak Tati..duh, padahal dl.sering kuingatkan soal msgnya yg terlalu banyak. Jane pengen ikutan kampanya ini, wong aku yo pernah kena tumor payudara. Cuma..cuma..ketiduran...halah alesan..

    BalasHapus
  7. sesama wanita harus saling mengingatkan dan saling menyemangati jika sudah terkena ..

    BalasHapus
  8. Semoga yang sakit disembuhkan, yang ditinggalkan dikuatkan. Turut berduka dan semoga sukses giveawaynya, Mbak...

    BalasHapus
  9. Pdhal mie instan juga sudah banyak msgnya ya, Mbak.

    BalasHapus
  10. Aku juga masih suka menyesal ketika mengingatkan seorang teman, teman itu gak nurut, dan saya kurang gigih memaksanya ke rumah sakit. :(

    BalasHapus
  11. Turut berduka cita ya mak..memang seringkali ketakutan membuat kita jadi mundur dan tidak berani melakukan pengobatan segera. Padahal kanker payudara sekarang sudah lebih bisa diobati dan deteksi dini sangat membantu..

    Thanks for joining my GA #finish thefight #gopink #breastcancerawareness :)

    BalasHapus

Posting Komentar