Minggu, 21 April 2013

Rendang Padang, Makanan Tradisional Selera Internasional

Dulu, jamannya masih ikut ortu, tiap kali Idul Adha dan ibu tanya "Ini dagingnya mau dimasak apa?". Pasti saya bakalan jadi orang pertama yang menjawab, "Rendang!!!".
Saya memang suka banget sama rendang padang sejak pertamakali mencicipinya. Saya yang biasanya makan cuma secuil ini (sampe badan kurus kering kerontang) mendadak kalap kalo lauknya rendang. Bisa nambah sampe berkali-kali bo! Apalagi kalau tingkat kepedasannya mencapai level 11 (emang ada ya?!), wuiih mantap!

Belakangan saya sadar, jangan-jangan ibu jarang masak rendang kecuali pas lebaran karena takut nombok beras hihihi.

Rendang Padang yang yummi, gambar dari sini

Thifa menikmati rendang plus sayur daun singkong

Bukan Cuma Saya Yang Doyan

Rendang (kalau bahasa minangnya randang), lebih dikenal dengan nama rendang padang, padahal sebenarnya rendang merupakan masakan khas Minang secara umum. 

Makanan tradisional Indonesia ini ternyata banyak yang menggemari lho. Lihat aja Rumah Makan Padang dimana-mana ada dan selalu ramai pembeli. Selain itu berdasarkan, pengamatan yang saya lakukan di salah satu Rumah Makan Padang langganan, menu rendang termasuk yang paling cepat habis. Kadang dagingnya masih ada tapi bumbunya sudah habis. Bapak penjualnya bongkar rahasia, katanya ada segerombolan anak yang suka makan di sana, lauknya telur tapi minta dikasih bumbu rendang yang banyak.  Sungguh strategi yang jitu untuk dapat merasakan rendang dengan harga yang terjangkau (langsung lirik temen-temennya ayah hihihi).

Rendang Padang bukan hanya makanan favorit orang-orang Indonesia. Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International. Waw ternyata rendang padang makanan tradisional selera internasional ya.

Filosofi di Balik Rendang

Rendang bukan hanya sekedar makanan pelengkap nasi. Di balik rasanya yang lezat ternyata ada filosofi yang dalam.

Bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, makanan ini mengandung makna musyawarah dan mufakat. Berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu Dagiang (daging sapi) lambang dari "Niniak Mamak" (para pemimpin Suku adat), Karambia (kelapa) lambang "Cadiak Pandai" (kaum Intelektual), Lado (cabai) lambang "Alim Ulama" yang pedas atau tegas untuk mengajarkan syariat agama, dan Pemasak (bumbu) lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau. (sumber: Wikipedia Indonesia)

Bikinnya Susah

Banyak yang malas masak rendang, karena menurut mereka masak rendang itu ribet, bumbunya macem-macem. Yaelah bu, ngga pernah gaul di supermarket ya, sekarang kan udah ada bumbu instant, tinggal tuang di atas kompor udah jadi. Tapi.... tetep aja kan... membutuhkan waktu yang sangat panjang biar dagingnya empuk *keburu laper langsung nelen panci*.

Nih ada yang lebih praktis lagi. Sekarang sudah ada rendang siap makan, rendang kemasan yang namanya Randang Padang Restu Mande.




Awalnya Restu Mande ini merupakan Rumah Makan Padang di Bandung yang berdiri tahun 2004. Karena banyaknya permintaan konsumen terhadap produk rendang pada Hari Raya, Bulan Puasa, atau untuk bekal di perjalanan seperti Haji maupun Umroh akhirnya dibuatlah rendang dalam bentuk kemasan yang praktis.

Tanpa MSG dan Bahan Pengawet

Dulunya saya pikir, makanan siap saji itu pasti mengandung MSG dan pengawet buatan. Apalagi kalau masa kadaluarsanya bisa lama gitu. Tapi ternyata ini tidak berlaku bagi Randang Padang Restu Mande lho.

Kalau menurut info yang pernah saya baca, rendang padang sendiri sebenarnya tanpa diapa-apain juga sudah bisa tahan lama sampai beberapa minggu dikarenakan bahan pembuatnya yang merupakan bumbu-bumbu alami bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga berfungsi sebagai bahan pengawet alami.


Rendang Kemasan Restu Mande dibuat dengan proses produksi tradisional, tapi higienis. Daging sapi yang digunakan segar. Malam dipotong dan besoknya langsung dimasak, tanpa dimasukkan ke dalam lemari es. Supaya daging sapi empuknya merata dan mempunyai tingkat kekenyalan yang sama, daging yang dipergunakan merupakan daging has dalam (paha bagian dalam) sekitar 6 hingga 9 kg. Daging ini diracik dan dimasak  dengan bahan-bahan lainnya seperti santan kelapa, cabe, bumbu dan rempah-rempah berkualitas. Proses memasak bisa memakan waktu 8-9 jam, sehingga cita rasanya benar-benar istimewa dan tahan lama.

Sementara untuk pengemasan, setelah dimasak rendang didinginkan, kemudian keesokan harinya  baru  dilakukan proses vakum supaya kedap udara, kemudian dilakukan packaging. Kemasan rendang ini terdiri dari dua lapisan, yakni lapisan alumunium foil dan kemasan plastik transparan. Inilah yang membuat kemasan Randang Padang Restu Mande sangat higienis dan bebas bakteri sehingga mempengaruhi daya tahan rendang. Bisa tahan lebih dari sethaun lho.

Di samping itu Randang Padang Restu Mande sudah mendapatkan sertifikat dari dinas kesehatan juga label halal dari MUI. Jadi, amaaaan :D

Makanya Randang Padang Restu Mande ini cocok banget untuk oleh-oleh maupun bekal saat bepergian. Apalagi untuk saya yang berselera nusantara ini, besok kalau pas jalan-jalan ke luar negri jadi bawaan wajib nih.

Jadi, untuk temen-temen yang suka banget sama rendang tapi nggak mau ribet bisa nyobain Randang Padang Restu Mande ini. Bagi yang berjiwa bisnis, bisa juga lho ikutan menjadi distributornya.

15 komentar:

  1. Ternyata ada nilai filosofisnya ya Mbak..
    Baru tau saya..=)

    BalasHapus
  2. wooow..... kerreen, Mak Rahmi. Semoga sukses ya.. tulisanku belum jadi niiih..

    BalasHapus
  3. aduuuh jd mau rendangnya, br tau ada filosofiny. tp br tau ada rendang level 11, mantaap ;D

    BalasHapus
  4. makan pakai rendang bikin selera makan nambah :)

    BalasHapus
  5. saiyya sm suami bukan hanya suka rendang tapi doyan makan di warung/resto padang mbk hehehehe...nendang baget deh rendang itu,maknyussss...tp blm pernah nyobain yang produk instantnya :D

    BalasHapus
  6. Thifaaaa
    itu menunya kok enak tenan nduk? :D

    BalasHapus
  7. Aduh makannya enak banget
    Gimana to caranya bikin rendang yang enak?
    Kalo aku caranya ambil motor, sedia uang dan beli ke warung padang terdekat :D

    BalasHapus
  8. wah..thifa suka juga yaa..sama dong..tante juga suka rendang,lhoo :D

    BalasHapus
  9. Aih asyiknya Thifa mau makan rendang :)

    BalasHapus
  10. Jangan salah rendang salah satu makanan terenak di Dunia loh hehehee wah hebat yah :)
    Niche blog

    BalasHapus
  11. jadi laper... benar2 undang selera makan mbak,,, bumbunya aja udah lezat, saya sanggup makan cuma pakai nasi dan bumbunya aja lho mbak..

    BalasHapus
  12. waa ada rendang kemasan ya sekarang, jadi ngileerrrr liat thifa maem hihihii

    BalasHapus
  13. wiiiiiiiiii saya juga suka banget sma rendang .. :D

    BalasHapus
  14. Salam kenal yaa, Kepingin sama rendangnyaa >.<

    BalasHapus