Jumat, 05 April 2013

Cerita di Balik Noda: Perjuangan Meraih Mimpi Sampai Kerelaan Membantu Sesama



Selalu ada cerita di balik noda. Inilah yang disuguhkan kumpulan  kisah inspiratif yang dirangkum dalam Buku Cerita di Balik Noda hasil kerjasama Kepustakaan Gramedia dengan Rinso Indonesia.

Berisi 42 kisah inspiratif. Empat diantaranya karya Fira Basuki, penulis puluhan buku best seller. Sementara 38 lainnya  ditulis oleh para peserta lomba menulis bertema “Cerita di Balik Noda” yang di adakan oleh Rinso Indonesia melalui Facebook.

Apalah arti noda jika dengan itu kita bisa meraih cita. Noda masih bisa dibersihkan, tapi kesempatan menggapai mimpi belum tentu datang kembali.­­­

Ada cerita yang menggelitik, namun ada pula yang mengharu biru.  Tapi yang pasti, semua kisah yang disajikan, membuka mata kita, terutama para ibu yang seringkali kesal ketika lagi-lagi mendapati noda di baju si kecil, bahwa ternyata berani kotor itu baik.


Sebagaimana Ali yang rela bergumul dengan kotoran karena membantu membersihkan rumah Mak Sa, si nenek misterius yang sempat menjadi bahan pembicaraan hangat ibu-ibu arisan. (Siluman Tikus, Lubna Alaydrus)

Lalu demi kenangan yang tak mungkin terulang kembali, Dina dan Doni duduk bersama di atas pohon rambutan sembari memakan buahnya dengan lahap. (Pohon Kenangan, Fira Basuki)

Bahkan Yuni si bocah kecil, dapat mencairkan ketegangan diantara kedua orangtuanya, meskipun badan mungilnya harus basah dan kotor terkena lumpur. (Tak Jadi, Revi Okta Pratiwi)

Baju Nisa yang kotor, penuh noda bahan makananpun, bukanlah masalah besar bagi ibunya demi mewujudkan keinginan kuat Nisa menjadi koki cilik. (Koki Cilik, Ummi Fadlilah)

Demikian halnya dengan Ivan, yang baju kotornya justru menjadi inspirasi untuk membuat desain motif batik dan kemudian menjadi juara. (Batik Kreasi Ivan, Musyarofah)

Dan noda darah mampu menyadarkan Violita, bahwa ternyata ia sangat menyayangi sang adik yang selama ini seringkali membuatnya iri. (Di Balik Musibah, Mega Rini Kristanto)

Ya berani kotor itu baik, jika memang kita niatkan untuk tujuan yang baik. Jangan sampai salah kaprah mengartikannya.

Contoh kasus yang salah, ada seorang  koruptor  yang  diwawancarai, "Mengapa Bapak melakukan korupsi?".

Kemudian dengan entengnya dia menjawab "Berani kotor itu kan baik, mbak!".

Waduh!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Ngeblog Review Buku Cerita di Balik Noda yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) bekerjasama dengan Rinso.


17 komentar:

  1. Ya pak kalau kotornya korupsi sih gak baik dong :) good luck ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik mbak, baik masuk penjara tapinya hihihi

      Hapus
  2. Keren euy reviewnya. Kelas berat semua nih yang ikutan. Sukses ya Mba. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Dani, eh cowok boleh ikutan lomba ini juga ga ya, kalo boleh kutunggu review mu :D

      Hapus
  3. heummm...keren nih cerita2nya mbk :D
    kotor karena korupsi??aih,kaburrrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. hooh jadi pengen bikin cerita juga ya hihihi

      Hapus
  4. kalau korupsi mah salah mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iya kali aja ada yang beralibi ky gt mak :D

      Hapus
  5. setuju buku yang inspiratif...semoga menang ya mak...saya belum beres nulisnya nich...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mak jangan sampe klewat deadline

      Hapus
  6. Waaah mba rahmi, kita ketemu lagi *lhooo?

    eh korupsi itu mah enggak kotor...tapi dilarang oleh agama, bangsa, negara...tapi tentunya tidak sama bapak tadi.

    sukses Bunda Thifa

    BalasHapus
  7. Reviewnya menarik orang untuk membaca bukunya mbak. Moga menang ya :)

    BalasHapus
  8. Review bukunya menarik, bikin mupeng baca bukunya langsung Rahmi, moga menang yaaaa :D

    BalasHapus
  9. Ternyata ini tulisanku : Nisa' Koki Cilik yang kata temen2 lagi direview para Emak Blogger?

    Sukses Mbak Rahmi Azizah.

    Aku kaget Mbak Fira Basuki yg tenar itu mengaku senang bermain2 hingga tulisanku bertambah halamannya.

    Sukses yaa, Emak2 Blogger! :*

    BalasHapus