Sabtu, 01 Desember 2012

Ini Ideku, Apa Idemu?

mempekerjakan thifa (sebagai model ya, bukan tukang cuci piring!)
Pada tulisan yang berjudul Urgently Needed: Asisten Rumah Tangga, saya bilang kalo mencari asisten rumah tangga sekarang itu susah. Tapi herannya, waktu nonton acara tv macam orang pinggiran atau jika aku menjadi masih banyak orang-orang yang sehari penghasilannya cuma dibawah 10 ribu. Dalam benak saya ketika itu "Kenapa ngga jadi asisten rumah tangga aja di rumah ortu saya, gajinya bisa lebih dari itu, dikasih makan juga."

Setelah cari info sana-sini saya jadi tahu sekarang memang banyak orang yang tidak mau jadi asisten rumah tangga di Indonesia. Sebagian lebih memilih jadi TKW ke luar negeri, dengan alasan gajinya lebih gede.
Sebagian lagi lebih suka kerja pabrik yang meskipun gajinya sama dengan asisten rumah tangga tapi terkesan lebih elit karena kesannya kerja kantor. Sebagian yang lain mungkin memang ngga saling bertemu aja antara pencari kerja dan yang membutuhkan tenaga kerja.

Dalam kondisi seperti ini lintasan pikiran liar saya berkata kenapa ya ngga dibikin semacam managemen asisten rumah tangga gitu.


Jadi, Manajemen ini menampung siapa saja yang mau bekerja sebagai asisten rumah tangga. Membuka lowongan pekerjaan, dan menerima permintaan orang-orang akan kebutuhan mereka terhadap asisten rumah tangga.

Bukannya udah banyak penyalur ART sekarang? Memang, ibu mertua saya juga sudah pernah menggunakan jasa ini. Udah bayar sama penyalur, eh cuma sebulan ART nya minta pulang. Rugi kan.

Nah, gunanya manajemen ini melindugi hak kedua belah pihak, baik itu ART maupun majikan. Pihak manajemen akan mentraining ART sebelum ditugaskan ke lapangan. Jadi majikan ngga perlu capek ngajarin lagi. Pengalaman, ibu saya waktu ada ART baru, malah rempong ngajarin, itupun si ART kayak ngga mudeng-mudeng.

Manajemen ini juga harus membuat pekerjaan sebagai ART lebih dipandang. Merubah persepsi orang-orang bahwa pekerjaan sebagai ART itu pekerjaan rendahan. Karena pekerjaan ini pada umumnya sama saja dengan pelayan café, pekerja pabrik, dll yang biasanya lebih diminati (padahal gajinya sama). Ini terinspirasui dari usaha laundry kiloan. Pada dasarnya laundry itu kan sama dengan tukang cuci ya, pekerjaan yang biasa dilakukan ART, tapi dengan label launry mereka membuat pekerjaan ini jadi lebih berkelas gitu.

Caranya, mungkin dengan memberikan kelas kepribadian sama calon ART sehingga ART ngga perlu minder saat bertemu majikan, tapi juga tidak berarti sombong lo ya. Intinya harus tahu bagaimana cara bersikap lah. Saya juga berencana memberikan seragam khusus kayak office boy di kantor-kantor gitu. Ya jadi biar terkesan mereka kerja kantor juga. Kantornya ya manajemen ini.

Kontrak juga dibuat sejelas-jelasnya, mencakup jam kerja, job desk, dan gaji. Pembayaran tentu saja melalui manajemen. Apakah ada pemotongan? Ya iyalah. Pengurus manajemen kan kerja juga, masak ngga digaji. Tapi semua itu sudah dibicarakan di awal.

Pemotongan itu nantinya untuk kesejahtearaan mereka juga, karena saya berencana membuka kelas kreatif untuk pengembangan SDM mereka. Seperti kelas memasak, membuat kerajinan, menulis, dan internet. Saya kadang merasa kasihan aja sama orang-orang putus sekolah yang mungkin punya minta dan bakat, tapi ngga ada kesempatan dan peluang mengembangkannya. Kalo punya keterampilan, bisa jadi di kedepannya mereka berubah status jadi pengusaha. Trus kalo udah pada pinter semua ngga ada yang mau jadi ART, gimana nasib para majikan? Hush kalo niat mencerdaskan dan membuat kehidupan orang lain lebih baik ngga boleh berpikiran seperti itu. Biar Allah yag mengatur karna saya juga ngga bisa menjawabnya :)

Ide gemilang (menurut saya sih ya) yang sudah saya rencanakan sedemikian rupa itu saya ceritakan pada Ayah. Eh kok beberapa hari kemudian ada program dari pertamax bernama apaidemu. Kita diminta memberikan Ide bagi kemajuan Indonesia yang lebih baik. Karena menurut saya ide ini juga bisa membuat "Indonesia Lebih Baik" dengan mengurangi pengangguran dan peningkatan SDM, ya udah ide ini langsung saya submit di apaidemu.com daripada ngganggur di kepala. Kali aja menang hihihi.

Menurut temans gimana tentang ide ini, kalau suka bisa dirating dengan mengklik tanda bintang yang ada di bawah judul ya... Sebelumnya buka dulu link di bawah ini. Tararengkyuuu.

4 komentar:

  1. bagus, setuju sekali. semoga bisa membantu ibu-ibu rumah tangga yang bekerja dan membutuhkan asisten rumah tangga yeai...
    setuju mba rahmi *ihik, sedang ill feel jadi tidak bisa kasih ide...(sindrom semalam pulang malam, kujanan pula)

    BalasHapus
  2. manajemen asisten emang perlu kayaknya krn serigkali katanya sih minta bayaran besar tp skill gak sepadan

    BalasHapus
  3. gilaaaa
    ternyata ide semcam ini sangat diperlukan bun, karena seperti kata mbak Myra, anara skill dan upeti yang diterima gak seimbang :(

    BalasHapus