Minggu, 02 September 2012

Tunggu Aku di Jakarta-mu


Besok tanggal 14 September InsyaAlloh Ayah mau ke Jakarta. Ada teman baiknya yang akan menikah. Sebenarnya saya dan thifa diajak, tapi saya bilang “Males ah. Niatnya kita ke sana mau seneng-seneng malah bĂȘte duluan. Macetnya itu lo".

gambar dari Wikipedia
Jakarta dicerca, Jakarta dicinta

Macet dan banjir adalah dua hal yang sangat identik dengan Jakarta. Di tempo.co disebutkan beberapa masalah lainnya seperti kriminalistas, kepadatan penduduk, dan abrasi air laut. (baca: Orang-orang Yang Berhasil Atasi Masalah Jakarta)

Banyak orang yang mengeluhkan ini dan itu tentang Jakarta, tapi saya heran mengapa mereka tetap betah tinggal di sana ya.

Katanya sih, di Jakarta, karir mereka bisa berkembang. Di samping itu ada juga yang merasa Jakarta adalah kampung halaman. Mereka lahir atau dibesarkan di sana. Apapun masalahnya mereka udah terlanjur jatuh hati sama Jakarta. Itulah kenapa sampai ada ungkapan "Jakarta dicerca, Jakarta dicinta".


Jakarta Memilih

Pilgub putaran kedua DKI Jakarta akan berlangsung tanggal 20 september nanti. Warga ibukota yang memilih, tapi yang heboh se-Indonesia. Sedikit banyak sih saya juga tertarik dan mengikuti perkembangannya di Politicawave.

Foke atau Jokowi? Itulah yang lagi hangat diperbincangkan saat ini. Politicawave yang memantau secara sistematis percakapan yang terjadi di media sosial berkaitan dengan berbagai isu tersebut, menyebutkan, pada minggu ini, pergerakan grafik buzz analisa perekaman perbincangan media sosial PoliticaWave.Com terjadi pergerakan yang dinamis. Persaingan ketat juga terjadi di share of exposure dan share of citizen. Selisih angka di antara keduanya tidak pernah lebih dari 30%.

sumber: politicawave.com

Kalo saya pastinya ngga milih, karena bukan warga Jakarta. Tapi mungkin saya punya harapan yang sama seperti warga Jakarta lainnya. Siapapun pemimpinnya, harus bisa membuat Jakarta lebih baik dengan menyelesaikan masalah yang ada.

Dalam hal kemacetan misalnya, seharusnya warga Jakarta dibuat lebih menyukai kendaraan umum daripada kendaraan pribadi. Karena, salah satu penyumbang tingkat kemacetan adalah tingginya pemanfaatan kendaraan pribadi untuk mobilitas warga kota (baca: Realitas Transportasi di Jakarta).

Angkutan umum dibuat senyaman mungkin dan kuotanya harus memenuhi kebutuhan masyarakat. Regulasi izin angkutan umum yang dikelola swasta atau peroraangan harus diperbarui. Kalo tidak bisa sesuai standar kenyamanan dan keamanan  ya ngga usah diberi ijin.

Mengatasi banjir, hal yang paling sederhana dengan menjaga kebersihan. Terutama di tempat mengalirnya air seperti kali. Hukuman bagi yang buang sampah sembarangan harus benar-benar diterapkan. Pengelolaan sampah juga harus menjadi prioritas agar tidak menjadi masalah di kemudian harinya.

Saya rasa, orang-orang yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta sudah lebih tahulah permasalahan Jakarta dan cara mengatasinya.


Yang  mengajak saya ke Jakarta bukan cuma ayah. Kemarin sahabat saya di Jakarta telpon suruh saya main ke sana. Beberapa sanak saudara juga menanyakan hal yang sama “kapan nih main ke Jakarta?” soalnya biasanya mereka mulu yang datang ke Semarang. Saya juga sebenarnya pengen loh jalan-jalan ke Jakarta, ada banyak tempat menarik yang ingin saya kunjungi seperti Monas, Dufan, dan TMII.

Meminjam lagunya Sheila on 7 baiklah, akan saya jawab pertanyaan mereka, “tunggu aku di Jakarta-mu…” mungkin nanti kalo Jakarta udah ngga macet dan banjir lagi :D

14 komentar:

  1. jakartaku sayang jakartaku malang ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an gubernur terpilih mampu mengatasi kemalangan itu, dengan dukungan warga tentunya

      Hapus
  2. semoga jakarta bisa lebih baik, gak cuma masalah macet n banjir teratasi mbak tapi juga kebakaran yang kayaknya jadi rutinitas di jakarta

    BalasHapus
  3. judul blog anti sedih amat. istri putus asa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga sedih kok, ada sejarahnya di sini http://rahmiaziza.blogdetik.com/2011/12/12/obrolan-ranjang-di-suatu-malam/

      Hapus
  4. buat saya pribadi Jakarta cocok untuk liburan dan senang - senang, tidak cocok untuk menetap lama...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mba, tp mau senang2 di sana agak mikir juga, kalo udah kjebak macet duluan jadi ngga senang lagi deh

      Hapus
  5. Satu permasalahan yang masih belum terselesaikan yaitu mengatasi permasalahan banjir dan macet nya kota Jakarta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti dua ya mas, macet dan banjir
      smoga gubernur terpilih nanti bisa menyelesaikannya Amiin

      Hapus
  6. Manusia didunia ini tak ada yang cocok, setiap manusia di ciptakan dengan masing-masing sifat dan karakternya. Manusia tak ada yang sama.
    yang membuat cocok adalah ketika pasangan tersebuh sudah saling paham antara satu sama lain dan mengerti pasangannya.
    coba bayangkan jika cocok atau tidak cocok, apa manusia mau disamakan seperti baju cocok gak cocok.
    Thanks mbayu udah mampir ke blog saya :)
    Salam kenal, dan rasanya saya ingin berjumpa kembali dengan blog mabyu "Desaku" selalu terbuka untuk mbayu :D
    Salam ;)

    BalasHapus
  7. Sesekali ke sana nggak apa-apa kan. Ada banyak tempat menarik seperti kota lama, taman mini dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengen banget sebenarnya tapi bayangin macetnya ituh jadi mikir2 lagi mas :)

      Hapus
  8. kl ke Jakarta jgn lupa ketemuan sm saya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tunggu aku di Jakarta-mu mbak hehehe

      Hapus