Jumat, 24 Agustus 2012

Kosmetik Halal Pancarkan Cantikmu


Sejak kapan mengenal kosmetik? Mungkin semenjak bayi, para ibu sudah memperkenalkan kita dengan yang namanya kosmetik. Ngga percaya? Coba aja tanya sama ibu masing-masing, atau yang udah pengalaman jadi ibu pasti akan mengamini.

Ada bedak, baby lotion, baby hair lotion, baby cologne, dan lain-lain. Hmm ternyata sedemikian besar perhatian kita terhadap kecantikan ya. Ngga bisa dipungkiri cantik emang kebutuhan sih.

Allah SWT itu Indah dan Suka dengan Keindahan

Cantik dan menarik adalah salah satu bentuk dari keindahan. Mempercantik diri merupakan wujud syukur kita atas kecantikan alami yang sudah diberikan-Nya.

Saya ibaratkan sebuah rumah yang bagus. Kalo ngga pernah dibersihkan dan dirawat pasti akan keliatan jelek dan lama kelamaan rusak. Rumah perlu disapu, dipel, kaca jendelanya dilap, catnya sesekali diganti dengan warna yang berbeda untuk pergantian suasana. 

Wajah kita juga perlu menggunakan pembersih, pelembab, bedak, lipstik dan make up lainnya sesuai kebutuhan dan keinginan. Tapi dari sekian banyak produk kosmetik, mana yang sebaiknya kita pilih?

Pertamakali Pilih Kosmetik Sendiri

Setelah SMP, saya melepaskan diri dari kosmetik yang berlabel baby. Ya iyalah kita kan udah gede, ngga bayi lagi bo…

Bagaimana saya memilih kosmetik yang cocok? Karena ini pengalaman pertama, tentunya saya melihat apa yang orang lain pake. Kalo kakak saya make pelembab merek A, saya juga ikutan. Cocok diterusin, ngga ya ganti yang lain. Selain kakak, yang jadi role model saya tentu aja iklan. Iklan mana nih yang kliatannya meyakinkan dan menjanjikan.

Pokoknya, patokan saya dalam memilih kosmetik waktu itu adalah, kecocokan dari segi kualitas maupun harga.

Semakin dewasa, semakin pinter dong, dan semakin banyak tahu, saya mulai berpikir bahwa seharusnya saya menambahkan satu lagi kriteria kosmetik yang menjadi pilihan saya yaitu “halal”.

Kenapa Kosmetik Harus Halal?

Kita seorang muslim, sudah pasti harus menggunakan produk yang halal. Dulunya sih saya berpikir, kalo “halal” itu hanya untuk sesuatu yang kita makan atau minum. Tapi, suatu hari ketika saya lagi buka-buka internet dan sampai pada sebuah blog, saya jadi tahu kenapa kosmetik juga harus halal.

Bayangin deh bagaimana kalau sabun atau pasta gigi yang kita pakai dalam rangka taharah, justru merupakan barang najis. Atau mungkin bedak, krim pelembap dan lipstik yang kita gunakan malah menjadikan shalat kita tidak sah tanpa kita sadari. Naudzubillahimindzalik….

Memilih Kosmetik Halal

Untuk mengetahui halal atau haramnya sebuah produk tentu kita harus tahu terlebih dahulu bahan yang dgunakan dalam pembuatannya. Secara umum, definisi produk yang memenuhi syarat halal sesuai syariat Islam antara lain;
  1. Tidak mengandung khamr (bahan yang dibuat melalui proses fermentasi dan memabukkan) dan produk turunannya.
  2. Tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi.
  3. Semua bahan yang berasal dari hewan harus dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syariat Islam.
  4. Tidak mengandung bahan-bahan lain yang diharamkan, atau tergolong najis, seperti bangkai, darah, bahan-bahan yang berasal dari organ manusia, kotoran, dan sebagainya.
Sementara itu info yang saya dapatkan dari berbagai sumber menyebutkan beberapa zat yang merupakan ingredient kosmetik yang paling banyak digunakan dan telah jelas keharamannya atau paling tidak mempunyai titik kritis keharaman, seperti:
Kolagen
kolagen juga mempunyai efek melembabkan karena bersifat tidak larut air bahkan mampu menahan air. Bahan ini dapat berasal dari babi maupun sapi (bovine collagen, zyderm). Tapi, bagi produsen kosmetik penggunaan kolagen yang berasal dari babi lebih disukai,karena selain ekonomis, perkembangan babi transgenik yang memiliki jaringan sel mirip sel tubuh manusia kian maju sehingga efikasi yang diberikan akan lebih baik.

Plasenta
Merupakan jaringan embrionik atau secara awam lebih dikenal dengan ari-ari. Penggunaan plasenta dalam kosmetik bermanfaat dalam mencegah penuaan dan mempertahankan tekstur kekenyalan dan kekencangan kulit. Bahan ini terutama berasal dari jaringan manusia sendiri, karena banyak dan mudah didapatkan.

Cairan amnion
Sama halnya dengan dengan plasenta, cairan amnion yang digunakan untuk industri kosmetik terutama berasal dari cairan amnion manusia. Fungsi cairan amnion adalah untuk mengahaluskan kulit selain menjaga kekenyalan tekstur kulit.
cari logo ini di produk kosmetikmu
Nah, masalahnya, kita konsumen muslim dan muslimah sulit mengidentifikasi apakah suatu produk mengandung bahan-bahan yang diharamkan atau tidak. karena komposisi (ingredient) yang dicantumkan produsen kosmetik seringkali menggunakan istilah-istilah yang tidak dimengerti konsumen. Cara aman yang bisa dilakukan  yaitu dengan hanya membeli produk-produk yang telah jelas-jelas mencantumkan label Halal dari LPPOM MUI atau dengan merujuk langsung pada daftar produk halal dari Jurnal Halal LPPOM MUI.

Wardah Kosmetik Halal

Tahun 2008 pada saat belanja serah-serahan pernikahan, saya menjatuhkan pilihan pada wardah untuk produk kosmetik. Awal mulanya saya jatuh hati dengan produk lipstik yang dalam satu wadahnya tersedia berbagai macam warna. Di samping itu kesadaran akan kewajiban menggunakan produk halal pun sudah mulai ada.

bisa ganti-ganti warna lipstik tiap harinya :)

serah-serahan nikah, salah satunya paket kosmetik wardah

WARDAH, merupakan produk kosmetik yang mendapatkan sertifikasi halal pertama kali di Indonesia. Penjualan yang dimulai sejak tahun 1995 melalu door to door ini sudah berkembang menjadi 1500 outlet yang tersebar di Department Store dan Pusat perbelanjaan lengkap dengan konsultan kecantikannya. Sekarang produknya sudah ada 200 macam lo.

Bagaimana hasil make up dengan menggunakan wardah bisa dilihat di tivi-tivi. Banyak lo acara tv yang wardrobe kosmetiknya disponsori oleh wardah. Lihat deh wajah artis-artis itu, cantik kan….. Kosmetik halal telah memancarkan aura kecantikan mereka :)

Nah kalo kita sudah bisa memilih kosmetik yang halal dari segi bahannya, harus halal juga ya cara mendapatkannya. Jangan sampai kosmetik berbahan halal kita beli dari hasil malak, nyolong, atau korupsi, hiiiiii…. Kalo itu sih bisa berubah jadi haram juga statusnya :D

dandan bareng thifa, gini hasilnya :)

Sumber: wardahbeauty.com, halalmui.org, kosmetikwardah.com, fashionesedaily.com, waspada.co.id

8 komentar:

  1. loh Thifa kok gak dirias pakai kosmetik juga mbak.. pasti kalah cantik deh Bundanya hehehe

    Yupz.. semoga dalam hal apa saja unsur kehalalan selalu jadi pertimbangan buat kita ya mbak.

    eh belum minal aidzin ya.. mohon maaf mbak Rahmi jika ada khilaf saya.. nitip sun sayang buat Thifa deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thifa sih ngga usah di dandanin juga maknya udah kalah cantik hehehe...

      Maap lahir batin juga, titip salam untuk Marpuah-nya kalo sudah ketemu :D

      Hapus
  2. tumben posting dimari :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. blogdetik nya waktu itu lagi ga bs dibuka

      Hapus
  3. tulisan berdasarkan pengalaman memang selalu menarik... semoga menang deh ya :)

    BalasHapus
  4. thifa cantik banget deh, wakakakakak keliru yaa, cantik mama nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. cantik dong, kan mirip mamanya... *padahal banyak yang bilang mrip ayahnya

      Hapus